Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Terkuak! Ini Motif Aksi Pemukulan di Tournamen SDH Basketball 2025, Perbasi Kota Bogor Beri Sanksi Pelatih dan Asistennya

Muhamad Rifki Fauzan • Senin, 24 Februari 2025 | 13:18 WIB
Pihak SMP Mardi Waluya Cibinong, Kabupaten Bogor saat menjelaskan kronologi terjadinya pemukulan Turnamen SDH Basketball.
Pihak SMP Mardi Waluya Cibinong, Kabupaten Bogor saat menjelaskan kronologi terjadinya pemukulan Turnamen SDH Basketball.

RADAR BOGOR - SMP Mardi Waluya Cibinong akhirnya blak-blakan untuk menceritakan motif aksi pemukulan yang melibatkan siswanya di Tournamen SDH Basketball, Senin (17/2/2025).

Motif pemukulan itu disampaikan langsung Kepala SMP Mardi Waluya Cibinong Kabupaten Bogor, Rina Astuti saat menghelat konferensi pers pada, Senin (24/2/2025) siang.

Rina memastikan bahwa aksi pemukulan itu dilakukan murni hanya terbawa suasana dan ritme permainan saja, dan tidak ada unsur dendam dari pelaku kepada korban.

Rina mengaku kepastian itu dia dapatkan melalui keterangan langsung dari pelaku saat melakukan mediasi dengan pihak sekolah.

"Dan itu juga sudah disampaikan saat mediasi dengan pihak korban kemarin, jadi memang spontanitas dan tidak ada unsur kesengangajaan," ujar Rina pada wartawan.

Tidak hanya itu, Rina juga memberikan garansi bahwa saat pelaku meluncurkan aksinya itu tidak atas dasar suruhan dari pihak manapun, termasuk pelatih.

Hal itupun dibenarkan oleh Ketua Umum Persatuan Bola Basket Indonesia (Perbasi) Kota Bogor, Destyono saat dimintai keterangan oleh Radar Bogor.

Destyono menyebut bahwa pihaknya telah memanggil pelatih dan asistennya untuk menceritakan secara langsung latar belakang terjadinya aksi pemukulan itu.

Pemanggilan pelatih dan asisten pelatih basket SMP Mardi Waluya Cibinong Bogor itu telah dilakukan tadi malam, tepatnya, Minggu (23/2/2025).

"Dari jawaban mereka itu tidak ada intruksi dari pelatih dan itu yang disampaikan oleh pelatih," tutur Destyono pada Radar Bogor, Senin (24/2/2025).

Meski begitu, Destyono menjelaskan bahwa Perbasi Kota Bogor tetap memberikan hukuman kepada pelatih dan asistennya karena telah lalai dalam membina atlet basketnya.

Adapun hukuman yang diberikan Perbasi Kota Bogor kepada pelatih dan asisten pelatih basket SMP Mardi Waluya itu berupa sanksi larangan mengikuti event yang dihelat di Kota Bogor.

"Sanksi itu juga merupakan sikap tegas kami, kepada asisten pelatih atas statementnya yang mengatasanakamakan Perbasi Kota Bogor, di media sosial," jelasnya.

Destyono menegaskan sanksi itu bisa berkembang dan bertambah apabila DPD Perbasi Jawa Barat dan DPP Perbasi mengeluarkan sanksi terbaru.

"Dan kami akan ikuti itu, seperti misalnya pelaku pemukulan dikenakan sanksi tidak bisa bermain dua tahun dan skalanya jadi nasional maka kami akan ikuti," pungkasnya. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#pemukulan #bogor #SMP Mardi Waluya