Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Sudah Mulai Ditinggal Pengguna, Pengamat Minta Pemerintah Kota Bogor Modernisasi Angkot

Fikri Rahmat Utama • Rabu, 26 Februari 2025 | 21:05 WIB
Kondisi sekitar Alun-alun Kota Bogor, tepatnya di Jalan Kapten Muslihat yang macet akibat angkot yang mengetem.
Kondisi sekitar Alun-alun Kota Bogor, tepatnya di Jalan Kapten Muslihat yang macet akibat angkot yang mengetem.

RADAR BOGOR – Pengamat perkotaan Yayat Supriatna menilai modernisasi angkot Kota Bogor menjadi langkah yang perlu dilakukan untuk mengatasi permasalahan kemacetan.

Menurut pengamat itu, angkot di Kota Bogor yang ada saat ini harus menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman agar tetap diminati masyarakat.

"Angkot Kota Bogor harus dimodernisasi, misalnya dengan angkot listrik seperti kemarin. Namun, pendekatannya harus bisnis, dengan pola subsidi dan pengembangan pendapatan non-farebox seperti yang dilakukan TransJakarta," kata pengamat itu pada Radar Bogor, Senin (26/2/2025).

Ia menilai angkot di Kota Bogor saat ini mengalami oversupply, sementara jumlah pengguna semakin berkurang. Sebab harga angkot yang semakin naik membuat masyarakat beralih ke kendaraan pribadi.

"Tarif angkot sekarang Rp6.000–Rp7.000 sekali jalan, sehingga pulang pergi bisa Rp14.000. Sementara motor dengan dua liter bensin Rp20.000 bisa digunakan tiga hari," ungkapnya.

Selain itu, persaingan dengan transportasi online turut mempengaruhi minat masyarakat menggunakan angkot. Dahulu mungkin angkot menguasai lebih dari 50% pasar. Sekarang, sebagian besar penumpang diambil ojek online dan kendaraan pribadi.

"Di stasiun Bogor, misalnya, dari 1.000 penumpang yang turun, sekitar 500 sudah menggunakan ojol atau kendaraan pribadi,"* paparnya.

Akibat menurunnya jumlah penumpang, banyak angkot yang terpaksa menunggu lama agar penuh. Ini yang menyebabkan kemacetan dan tidak membuat penumpangnya harus menunggu lama untuk jalan.

"Banyak angkot ngetem berjam-jam menunggu penumpang, seperti di Jembatan Merah dan Alun-Alun. Sementara itu, masyarakat menuntut transportasi yang cepat dan efisien," jelasnya.

Menurutnya, angkot harus beradaptasi dengan kebutuhan masyarakat agar tidak semakin ditinggalkan. Pelayanan harus mengikuti perubahan zaman.

"Jika tidak, transportasi umum akan semakin kehilangan peminat," pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #pengamat #angkot