RADAR BOGOR - Harga sembako yang naik di momen awal Ramadhan 2025 menjadi sorotan DPRD Kota Bogor.
Kenaikan harga sembako ini juga merupakan salah satu masalah yang dikeluhkan warga pada reses masa sidang kedua yang digelar di (Dapil) Bogor Timur dan Bogor Tengah beberapa hari lalu.
Soal kenaikan harga sembako itu, Ketua DPRD Kota Bogor, Adityawarman Adil mendesak adanya langkah konkret dari Pemkot Bogor untuk mencegah terjadinya inflasi. Terutama menjelang Lebaran di akhir Maret nanti.
"Sisi ekonomi Kota Bogor harus diperhatikan. Aduan perihal naiknya harga sembako akan segera saya sampaikan ke pemkot agar dilakukan pencegahan inflasi menjelang lebaran nanti," ujar Adit.
Terlebih menurut dia, berdasarkan hasil reses bahwa diawal 2025 kondisi ekonomi Kota Bogor mulai menunjukkan sisi negatif. Ini berdampak juga pada daya beli masyarakat mengalami penurunan.
Selain masalah harga sembako yang naik, dalam reses tersebut Adit juga menerima keluhan soal minimnya anggaran untuk Pemberian Makanan Tambahan (PMT), biaya operasional (BOP).
Lalu, kondisi lansia yang belum mendapatkan atensi khusus, serta masalah pendataan peserta BPJS PBI yang non aktif masih menjadi persoalan di masyarakat.
Adit pun mendorong agar pelaksanaan Pemkot Bogor memaksimalkan Perda Nomor 9 tahun 2023 tentang Perlindungan dan Pemberdayaan Lanjut Usia.
"Pelayanan kesehatan pun harus dimaksimalkan. Angka cakupan peserta BPJS juga harus ditingkatkan. Sehingga kami dari DPRD Kota Bogor akan meminta ke pihak DPRD Provinsi agar bisa diberikan bantuan," ucap Adit. (fat)
Editor : Yosep Awaludin