RADAR BOGOR – Perumda Tirta Pakuan menghentikan sementara produksi Instalasi Pengolahan Air atau IPA Katulampa.
Alasannya, tingkat kekeruhan air di IPA Katulampa mencapai 7.578 NTU (Nephelometric Turbidity Unit) setelah hujan deras mengguyur Bogor Minggu (2/3/2025) malam.
Kekeruhan air yang tinggi membuat proses pengolahan di IPA Katulampa tidak dapat dilakukan, menyebabkan suplai air bersih terganggu.
Penghentian produksi air di IPA Katulampa ini berdampak pada layanan air di sejumlah wilayah Kota dan Kabupaten Bogor.
Direktur Umum (Dirum) Perumda Tirta Pakuan, Rivelino Rizky menyebut wilayah terdampak meliputi Kecamatan Bogor Timur dan Bogor Utara, dengan sekitar 37 ribu pelanggan.
"Beberapa daerah yang terdampak di antaranya Kelurahan Katulampa, Baranangsiang, Tanah Baru, Cimahpar, Ciluar, Ciparigi, Kedung Halang, Cibuluh, serta Sukaraja di Kabupaten Bogor," ujar Rivelino, Senin (3/3/2025).
Saat ini, proses normalisasi tengah berlangsung di IPA Katulampa. Pelanggan diimbau untuk menampung air saat masih mengalir guna mengantisipasi gangguan.
"Mudah-mudahan pukul 12 siang air sudah bisa mengalir normal ke beberapa wilayah," tutupnya.
Untuk informasi lebih lanjut, pelanggan dapat menghubungi Call Center Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor. (uma)