RADAR BOGOR - Bicara sejarah peradaban Islam di Kota Bogor, nampaknya tidak bisa lepas dari berdirinya Pondok Pesantren atau Ponpes Al Falak Pagentongan.
Bagaimana tidak, Ponpes Al Falak Pagentongan menjadi lembaga pendidikan paling tua dalam sejarah di Kota Bogor.
Ponpes Al Falak Pagentongan Kota Bogor berdiri sejak tahun 1901, diprakarsai oleh ulama terkemuka yakni K.H. Tubagus Muhammad Falak Abbas bin K.H. Tubagus Abbas atau dikenal Mama Falak.
Pondok ini menjadi bagian dari langkah taktis Mama Falak untuk menyebarkan syiar Islam di kota hujan. Saat itu mayoritas penduduk Kota Bogor masih didominasi dengan kepercayaan Hindu Budha.
Untuk mengembangkan lembaga pendidikan ini tentu bukan hal yang mudah. Sebab pada awal berdirinya, Ponpes Al Falak hanya mampu berhasil menarik 10 orang santri.
Namun berkat segudang ilmu yang dimiliki Mama Falak. Kini Ponpes yang berlokasi di Pagentongan Bogor itu sudah memiliki lebih dari 400 santri dari berbagai wilayah di Indonesia.
"Abah Falak memang orang yang sangat cekatan, banyak tantangan cerita yang kami terima saat beliau membangun Pondok ini, cacian dan makian sudah jadi makanan sehari hari," tutur Achmad Ubaidillah Generasi kelima Mama Falak.
Ubaidilah menceritakan Mama Falak sendiri lama mengenyam pendidikan di Makkah. Menurut keterangan yang dia terima buyutnya itu belajar di Makkah selama 21 tahun.
Ubaidillah menyebut Mama Falak bukan hanya dikenal sebagai orang yang pandai. Tapi beliau juga ulama yang dekat dengan masyarakat.
"Karena itu banyak masyarakat yang akhirnya percaya dengan pola dakwah beliau dan mempercayai anaknya untuk dibina disini," beber Ubaidillah pada Radar Bogor, Senin (4/3/2025) sore.
Dan nilai-nilai sosialis itulah menjadi pesan yang kerap dititipkan kepada seluruh anak cucunya. Bahkan hal itu juga menjadi fokus pembinaan para santri di Ponpes Al Falak.
Saat ini Ubaidilah menerangkan banyak masyarakat yang berharap buyutnya itu menjadi pahlawan nasional. Sebab perjuangannha di jalan dakwah tidak bisa lagi di ragukan.
"Alhamdulillah makamnya pun tidak pernah sepi dikunjungi, dan para santri lulusan Al Falak sudah banyak menjadi pemuka agama di lingkungannya masing-masing," pungkasnya.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga