RADAR BOGOR - Kota Bogor meningkatkan kewaspadaan menghadapi cuaca ekstrem. Warga diminta untuk lebih waspada dan mempersiapkan diri menghadapi potensi bencana yang sulit diprediksi.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, mengungkapkan bahwa dalam beberapa hari terakhir sudah tercatat 25 titik bencana di seluruh kecamatan. Jenis bencana yang terjadi sangat bervariasi, mulai dari longsor, banjir, hingga retakan jalan.
"Hari ini saja ada 13 titik bencana, termasuk longsor di Ciluar dan retakan jalan di Batutulis. Situasi ini perlu mitigasi cepat karena bencana sulit diprediksi," ujar Jenal, Selasa (4/3/2025).
Pemkot Bogor berencana menggelar rapat khusus untuk membahas langkah antisipasi dan mitigasi.
Jenal menegaskan peran tokoh masyarakat dan aparat wilayah sangat penting dalam memberikan peringatan dini kepada warga.
"Kita harus meningkatkan kewaspadaan karena bencana sulit diprediksi. Antisipasi melalui aktivasi tokoh masyarakat dan aparat wilayah sangat diperlukan,” ujarnya.
Sementara itu, salah satu longsor di Ciluar menyebabkan dua orang tertimbun. Seorang bayi 11 bulan meninggal dunia di tempat, sedangkan ibunya harus menjalani operasi di RSUD Kota Bogor.
Jenal menuturkan dirinya sudah berada di RSUD sejak pukul 03.30 WIB bersama Sekda, BPBD, relawan, dan aparat wilayah untuk menjenguk korban.
Dia belum memberi tahu ibu korban mengenai kondisi anaknya karena mempertimbangkan kondisi psikologisnya.
"Kali ini ada korban jiwa, seorang balita 11 bulan. Saya mohon doa untuk almarhum," tutupnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin