Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Napak Tilas Kampung Arab Empang Bogor, Nikahi Pribumi Cara Dakwah Orang Hadramaut

Muhamad Rifki Fauzan • Selasa, 4 Maret 2025 | 21:16 WIB
Sejarawan Empang Kota Bogor saat menunjukan perjalan orang Arab datang ke sana.
Sejarawan Empang Kota Bogor saat menunjukan perjalan orang Arab datang ke sana.

RADAR BOGOR - Kampung Arab Empang menjadi bagian tak terpisahkan dalam sejarah peradaban Islam di Kota Bogor.

Sejak abad 18, Kampung Arab di Empang Kota Bogor ini menjadi lokasi strategis orang-orang Hadramaut untuk berdakwah.

Orang-orang Timur Tengah itu datang ke Kampung Arab, di Empang Kota Bogor sekira tahun 1850. Mereka hadir di kota hujan imbas sistem kependudukan pemerintah Belanda yang mengadopsi skema golongan.

Ada tiga skema yang diadopsi. Pertama masyarakat eropa, kedua masyarakat timur tengah, dan yang ketiga pribumi. Saat itu pemerintah penguasa menetapkan zona mukiman.

"Orang-orang Arab ini ditetapkan di Empang dulu namanya Sukahati, Kalau di Jakarta ada juga namanya Pakojan," beber Abdullah Batarfie Sejarawan Empang.

Orang-orang Arab yang datang ke Empang dipimpin oleh beberapa marga. Abdullah menuturkan mereka diantaranya, Makarim, Al Atas, Nahdi, Babkheir, Bawazeir dan Alkatiri.

Setibanya di Empang Abdullah mengatakan nenek moyangnya itu langsung mengepakan sayap untuk berdakwah. Strategi awal dimulai dengan menikahi orang-orang pribumi. Dilanjut dengan berdagang.

Meski saat itu warga Kota Bogor sudah menganut ajaran Islam. Namun di dalam praktik sosialnya masyarakat masih terafiliasi dengan kepercayaan Hindu Budha.

Untuk memperkuat jalan dakwahnya. Orang-orang Arab yang datang itu mulai merambah ke dunia politik. Ada beberapa peninggalan dakwah yang secara nasional diakui.

"Misalnya sekarang ada yang namanya Majlis Permuswaratan Rakyat (MPR) itukan asal katanya dari bahasa Arab, jadi mereka ini juga aktif di dunia politik," terang Abdullah.

Sehingga singkat cerita semakin banyak orang yang percaya dengan ajaran yang di bawa orang Arab. Akhirnya penyebarannya juga cukup pesat termasuk di Kota Bogor.

Semula orang Arab hanya bermukim di Jalan Pakojan. Namun berkat kepiawaiannya dalam berdakwah akhirnya penyebarannya sampai ke wilayah yang kini dikenal dengan Makan Keramat Empang.

Abdullah menuturkan orang Arab kalau berdakwah sangat totalitas. Perjalanan dakwahnya disebut dengan hijrah. Tempat hijrah mereka disebut dengan Al Bahjah.

"Mereka kalau hijarah sudah harus sampai meninggal ditempat mereka tinggal, sehingga tidak heran penyebarannya terus berlangsung hingga saat ini," jelas Abdullah.

Masjid Keramat Empang, menjadi salah satu peeninggalannya. Bangunan itu diprakarsai oleh Habib Abdullah Bin Mukhsin Al Atas. Dibangun pada tahun 1879.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kampung arab #bogor #empang