Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Ancaman Longsor dan Banjir, BPBD Kota Bogor Perkuat Early Warning System, Begini Penjelasannya

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 11 Maret 2025 | 14:45 WIB
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyambangi kantor BPBD.
Wali Kota Bogor Dedie Rachim menyambangi kantor BPBD.

RADAR BOGOR – Siap hadapi ancaman longsor dan banjir, BPBD Kota Bogor perkuat Early Warning System.

Tidak hanya persiapkan Early Warning System, BPBD Kota Bogor juga mempersiapkan kelurahan tangguh bencana yang sudah terbentuk, agar meminimalisir korban longsor dan banjir di cuaca ekstrem yang telah diprediksi BMKG.

Wali Kota Bogor Dedie Rachim pun melihat langsung persiapan BPBD, dalam menanggulangi bencana longsor dan banjir. Juga mendengar penjelasan mengenai kesiapan Early Warning System dan kelurahan tangguh bencana.

"Kita ingin memastikan BPBD siap menghadapi cuaca ekstrem yang diprediksi masih berlangsung ke depan," katanya.

Dedie menilai, BPBD Kota Bogor telah menunjukkan kinerja baik meski menghadapi keterbatasan sumber daya.

Dalam setahun, BPBD menangani lebih dari 1.000 kejadian bencana di Kota Bogor, termasuk banjir dan longsor.

"Saya bangga terhadap BPBD. Saya ucapkan terima kasih atas semua semangat dan upaya yang sudah dilakukan serta yang akan terus kita lakukan," ungkapnya.

Dedie juga mengapresiasi sinergi BPBD dalam mitigasi bencana dan menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi hingga akhir Maret.

Di lokasi yang sama, Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Hidayatulloh mengungkapkan, sejak 1 hingga 10 Maret 2025, Kota Bogor telah dilanda 170 bencana di berbagai titik di enam kecamatan.

Maka, Untuk mengurangi dampak bencana, pihaknya terus memperkuat mitigasi melalui early warning system dan aktivasi kelurahan tangguh bencana.

"Sistem peringatan dini ini bertujuan agar masyarakat siap siaga dan dapat segera merelokasi diri saat menghadapi kondisi rawan," jelasnya.

BPBD juga mengoptimalkan Ruang Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) sebagai pusat informasi kebencanaan. Layanan ini dilengkapi call center aduan, pemetaan wilayah rawan bencana, serta sistem pemantauan berbasis data cuaca dan kondisi lapangan secara real-time.

"Dengan sistem ini, informasi kebencanaan bisa tersalurkan lebih efektif kepada masyarakat dan lembaga terkait," tambah Hidayatulloh.

Ia pun menekankan pentingnya peran masyarakat dalam mitigasi bencana, termasuk dengan melaporkan potensi bahaya melalui kanal resmi BPBD.

"Kami terus mengedukasi masyarakat agar lebih waspada dan aktif dalam mitigasi. Ini bukan hanya tugas pemerintah, tapi tanggung jawab bersama," tutupnya.

ABADIKAN MOMEN: Direktur Utama Radar Banjarmasin, H Suriansyah Achmad dan BM Indofood Banjarmasin, Martin Hardja berfoto bersama.
ABADIKAN MOMEN: Direktur Utama Radar Banjarmasin, H Suriansyah Achmad dan BM Indofood Banjarmasin, Martin Hardja berfoto bersama.
Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #early warning system #bpbd