RADAR BOGOR - Doa kamilin menjadi untaian harapan yang kerap dipanjatkan oleh umat muslim sepanjang bulan Ramadhan. Doa ini biasanya dilantunkan selepas melaksanakan ibadah sholat tarawih.
Nama doa kamilin sendiri diambil dari kalimat pertama doa tersebut. Hal itu seperti yang dijelaskan oleh Ketua Komisi Dakwah dan Pemberdayaan Masyarakat MUI kota Bogor, Ahmad Tavip Budiman.
Ahmad Tavip menyebut jika dibaca full, doa kamilin memiliki 24 makna atau harapan. Masing-masing tertuang dalam tiap kalimat yang ada dalam bacaan doa tersebut.
Namun ada lima makna yang disebut Ahmad Tavip dimungkinkan untuk dibahas. Pertama yaitu harapan kesempurnaan iman dari seorang hamba kepada sang pencipta.
Kesempurnaan iman itu disebut Ahmad Tavip tertuang dalam Hadis Riwayat Turmudzi. Bunyinya yakni, Mukmin yang paling sempurna imannya adalah yang paling baik akhlaknya.
“Dalam kitab Mauidhatul Mu`minin karya Syekh Muhammad Jamaluddin al-Qasimi dikatakan bahwa empat pokok akhlak yang mulia, keberanian, keadilan, kebijaksanaan, dan menjaga kehormatan,” beber Ahmad Tavip.
Makna doa kamilin berikutnya disebut Ahmad Tavip yakni harapan untuk mendapatkan taufik dan hidayah.
Artinya mampu bertakwa kepada Allah, menjalankan segala yang diperintahkan dan menjauhi larangannya.
Kemudian makna yang ketiga yakni permintaan seorang hamba untuk diberikan kekuatan dalam memelihara solat. Ahmad Tavip menyebut bukan hanya terlelihara tegapi meneggakkan.
Pria yang juga menjabat sebagai Penasehat ICMI Kota Bogor itu menjelaskan meneggakan sholay yang dimaksud Ialah niatnya yang lurus, caranya benar dan hatinya khusyu.
“Makna keempat yakni harapan menjadi golongan penunai zakat, Harapan ini sangat penting diwujudkan bagi pegiat Ramadhan. Sebab zakat tidak hanya zakat mal saja. Tapi juga zakat fitrah,” beber Ahmad Tavip pada Radar Bogor.
Dan makna yang kelima ialah harapan dimudahkannya mencari ridho tuhan. Ahmad Tavip menegaskan ini menjadi harapan penyempurna bagi seluruh harapan pegiat Ramadhan.
Sebab menurtujya semua amal ibadah umat muslim harus ditujukan semata-mata hanya karena mengharap ridha Allah atau biasa disebut dengan ikhlhas.
“Pengertian ikhlas adalah seseorang dalam seluruh ketaatan dan perbuatannya ditujukan semata-mata karena berusaha mendekat kepada Allah sehingga tidak ada maksud lain seperti ingin pamer, dipuji atau mengharap sesuatu dari makhluk (tamak),” pungkasnya. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin