Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Mama Falak Pagentongan Bogor, Guru Tarekat yang Usianya Mencapai Ratusan Tahun

Muhamad Rifki Fauzan • Rabu, 12 Maret 2025 | 17:43 WIB
Makam Mama Falak Pagentongan Bogor.
Makam Mama Falak Pagentongan Bogor.

RADAR BOGOR - Nama Mama Falak Pagentongan mungkin tidak lagi asing terdengar ditelinga. Kedalaman ilmu agama yang dimiliki, hingga kedermawanannya terhadap sesama, membuat sosoknya dekat dengan masyrakat, khusunya di Bogor.

Nama asli Mama Falak Pagentongan Bogor, adalah KH Tubagus Muhammad Falak. Ulama karismatik ini rupanya keturunan Banten yang lahir pada tahun 1842. Ayahnya bernama KH Tubagus Muhammad Abbas.

Mama Falak Pagentongan Bogor lahir dari keluarga pemuka agama. Ayahynya ulama besar di Banten. Kondisi genetik itulah yang memudahkan dirinya untuk mendalami khazanah keislaman.

Ditambah, Mama Falak lama menimba ilmu di Makkah. Tercatat dua kali balik beliau ke kota suci itu. Periode pertama selama 21 tahun. Kemudian Periode kedua berangkat lagi tahun 1892 sampai 1901.

“Selama di Makkah Abah Falak tinggal di rumah Seyh Abdul Karim beliau Mursyid (Guru) tarekat qodariah wanaqsabandiyah. Itu mursyid yang sangat di hormati,” beber Achmad Ubaidillah Generasi Kelima Mama Falak.

Dan karena itulah nama Mama Falak tersohor dalam dunia sufi atau tarekat. Bahkan sejumlah ulama menyebut sosoknya sebagai salah satu Musryid yang paling mashur di Indonesia.

Acmad Ubaidillah menyebut dengan tarekat itu kakenya banyak mengajarkan ke masyrakat tentang akhlak. Bahkan hal itu dicontohkan lamgsung oleh dirinya.

Sehingga Achmad Ubaidillah menerangkan selain pendidikan, suri tauladan menjadi instrumen penting bagi Mama Falak untuk menyebarkan ajaran islam di Bogor.

“Abah itu rajin sodaqoh jadi ketika beliau syiar bukan cuma sekedar teori saja tetapi langsung dipraktikan langsung sehingga banyak masyarakat yang sayang,” ujar Acmad Ubaidillah, pada Radar Bogor.

Sehingga tidak heran, wafatnya Mama Falak banyak menyisakan kesedihan mendalam di hati masyarakat. Acmad Ubaidilllaj menerangkan beliau meninggal di tahun 1972, percis di usia 130 tahun.

Usia wafatnya yang mencapai ratusan tahun itu juga rupanya meninggalkan lingkaran tanya. Sebab jarang sekali ada manusia yang hidup hingga mencapai usia ratusan tahun.

Banyak masyarakat yang mencoba mengaitkan hal itu dengan faktor ilmu tarekatnya, namun Acmad Ubaidillah dengan tegas langsung membantahnya.

“Ulama yang lahir di abad pertengahan 19 itu ada dua yang umur panjang.Pertama Abah Falak. Yang kedua Abah Tubagus Muhammad Bakrie Kleret. Beliau 135 tahun malah, jadi tolong doakan abah saja gausah berfikir yang aneh aneh, semua berada dalam kuasa tuhan,” pungkasnya.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #Mama Falak #pagentongan