Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Dokter RSMM Bogor Beberkan Tips Mengelola Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja

Reka Faturachman • Jumat, 14 Maret 2025 | 19:07 WIB
Direktur Medik dan Keperawatan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), dr Rahmi Handayani.
Direktur Medik dan Keperawatan Pusat Kesehatan Jiwa Nasional (PKJN) Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM), dr Rahmi Handayani.

RADAR BOGOR - Kesehatan mental akibat lingkungan kerja, menjadi masalah yang disorot, salah satunya Rumah Sakit Marzoeki Mahdi (RSMM) Bogor.

Beban kerja berat, rekan kerja yang toxic, hingga tekanan atasan, disebut Direktur Medik dan Keperawatan PKJN RSMM Bogor, dr Rahmi Handayani, jadi penyebab terganggunya kesehatan mental dari lingkungan kerja.

Menurut dokter RSMM Bogor itu, terdapat beberapa tanda atau gejala terganggunya kesehatan mental, yang biasa dialami akibat lingkungan kerja.

Dokter Rahmi membeberkan, beberapa gejala yang dirasakan di antaranya muncul rasa lelah berkepanjangan, perasaan negatif, dan kecenderungan tidak pada acuh terhadap pekerjaan.

"Selain itu juga muncul perassan tidak mampu mrlakukan pekerjaan, hilangnya idealisme dan inovasi, kecenderungan menghindar dari pekerjaan, dan menurunnya kinerja kerja," bebernya

Gejala-gejala ini tergolong dalam kondisi keletihan mental (burnout). Pada tahap ini seseorang masih bisa mengobati kondisi itu dengan langkah pertolongan pertama pada luka psikologis yang bisa dilakukan sendiri.

Upaya yang bisa dilakukan yakni relaksasi dengan melatih pernapasan. Tujuannya yakni untuk mrnurunkan ketegangan pada tubuh sehingga mendapat kenyamanan secara fisik.

"Kedua, bisa melakukan visualisasi. Ini bisa dilakukan dengan membayangkan diri sedang berada pada lokasi yang sangat nyaman seperti di pantai atau di gunung," terang Rahmi.

Selain itu, terdapat pula praktik grounding yakni metode yang digunakan untuk membantu seseorang kembali fokus dan mengalihkan perhatian dari pikiran atau perasaan yang menimbulkan kecemasan dan panik.

Kemudian teknik mindfulness yaitu praktik yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan momen saat ini, termasuk pikiran, perasaan, dan sensasi tubuh, tanpa menghakimi atau bereaksi berlebihan.

"Bisa juga dengan journaling dengan mengurai apa yang ada dalam pikiran dengan dituangkan pada bentuk tulisan. Serta mempraktikan butterfly hug yakni gerakan memeluk dan menepuk badan sehibga merasa aman dan nyaman," ucap Rahmi.

Apabila upaya-upaya tersebut masih belum.bisa mengobati kondisi kesehatan mental, Rahmi menyebut gejala yang dialami sudah masuk pada kondisi stress dan memerlukan bantuan profesional (psikolog atau psikiater).

Kondisi stress ditandai gejala munculnya emosi yang terlalu reaktif, rasa cemas, gangguan secara fisik seperti rasa pusing.

Untuk mencegah hal tersebut terjadi, Rahmi menyarankan agar pihak kantor dapat membangun halaman yang bisa dimanfaatkan pekerja beristirahat, mengatur peran kerja sesuai kompetensi dan kemampuan, menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, hingga membuka konseling kesehatan mental.

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#bogor #kesehatan mental #lingkungan kerja #rsmm