Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

ICMI Orda Kota Bogor Helat Talk Show, Bahas Pentingnya Masjid Ramah Difabel

Muhamad Rifki Fauzan • Jumat, 14 Maret 2025 | 19:41 WIB
ICMI Orda Kota Bogor Helat Talk Show, Bahas Pentingnya Masjid Ramah Difabel
ICMI Orda Kota Bogor Helat Talk Show, Bahas Pentingnya Masjid Ramah Difabel

RADAR BOGOR - Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesi (ICMI) Orda Kota Bogor kembali menghelat talk show membahas masjid ramah difabel, Jumat (14/3/2025) di Mal Botani Square.

Pada talkshow kali ini, ICMI Kota Bogor mengupas pentingnya masjid ramah difabel, anak dan lansia.

Hal itu dibahas ICMI Kota Bogor, lantaran hingga saat ini belum nampak masjid ramah difabel, Kota Bogor yang memenuhi kriteria tersebut.

Kondisi itupun dibenarkan oleh Kabid Rehabilitasi Dinas Sosial Kota Bogor, Sumartini saat menjadi narasumber dalam talk show tersebut.

Dia pun menyebut belum ada aturan konkret yang spesifik mengarah ke bangunan masjid ramah difabel.

Namun Sumartini menegaskan secara umum di Kota Bogor sudah memiliki Peraturan Daerah (Perda) tentang lansia, ramah anak dan difabel. 

“Termasuk Perwalinya kami juga sedang bahas, kaitannya dengan perlindungan dan pemberdayaan disabilitas,” beber Sumartini saat memaparkan materi di talk show ICMI.

Tidak hanya itu, Sumartinini menyebut saat ini Bapperida Kota Bogor telah mengintruksikan kepada seluruh kontraktor untuk membuat bangunan yang ramah anak, difabel dan lansia.

Ini diklaimnya sebagai bentuk kepeudlian pemerintah terhadap warga berkebutahn itu.

“Adapun kalau dengan Dinsos sendiri, tahun 2025 kami ada pengadaan korsi roda, tangan palsu, dan alat pembantu dengar. Terakhir kami bagikan 140,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Jendral ( Sekjend) Yayasan Diffable Action Indonesia, Isnurul Naeni menyayangkan di wilayah yang padat penduduk ini bangunan masjid ramah difabel justru belum nampak dibangun.

Padahal, Nurul menjelaskan dari Pemerintah Pusat sendiri sudah melayangkan aturan agar tiap tiap daerah membangun masjid ramah difabel.

Namun hanya segelintir pemerintah daerah yang mau merealisasikannya.

“Kami juga sudah sejak lama meminta ini kepada Pemkot namun hingga saat ini realisasinya juga masih belum terlihat,” ujar Nurul dalam paparan materinya.

Dalam kesempatan tersebut, Nurul pun memaparkan kriteria masjid ramah difabel. Pertama memiliki lahan parkir khusus difabel dan lansia. 

Lebar area parkir khsusu difabel itu sekira 370 Cm. Jaraka atau panjanh lahan parkir itu maksimal 600 meter. Ketentuan ini disesuaikan denhan area pintu masuk masjid.

“Kemudian tempat wudhunya, keran yang dianjurkan itu adalah keran tekan. Tinggi keran dibawah 85 Cm, kemudia ruang gerak di toilet masjid memadai untuk kursi roda,” jelasnya.

Nurul berharap ICMI Orda Kota Bogor dapat senantiasa ikut mendorong unruk mewujudkan cita-ciatanta itu. Dia yakin jika semua aspek terlibat maka akan dengan mudah harapannya terealisasi. 

Editor : Rani Puspitasari Sinaga
#kota bogor #icmi #masjid ramah disabilitas