RADAR BOGOR – Sekolah Vokasi IPB menggelar Lokakarya Pengabdian Masyarakat Terpusat dan Terpadu Tahun 2025 di Kantor Kelurahan Mulyaharja, Bogor Selatan.
Program lokakarya Sekolah Vokasi IPB ini berfokus pada peningkatan kapasitas masyarakat melalui pelatihan di bidang pertanian, UMKM, dan pengelolaan lingkungan.
Dekan Sekolah Vokasi IPB, Dr. Ir. Aceng Hidayat, MT, menegaskan pentingnya pendekatan berbasis kebutuhan masyarakat.
Agar program ini tidak sekadar menghasilkan output, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang.
"Perubahan yang diharapkan bukan hanya di tingkat individu, tetapi juga secara kolektif, agar kesejahteraan masyarakat meningkat," ujarnya, Kamis (13/3/2025).
Ketua Bidang PPM Sekolah Vokasi IPB, Doni Sahat Tua Manalu, mengungkapkan 17 Program Studi Sekolah Vokasi akan menjalankan berbagai program strategis.
Mulai dari edukasi pertanian berkelanjutan, peningkatan daya saing UMKM berbasis teknologi digital, hingga penguatan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan dan lingkungan.
"Fokus utama kami adalah kesinambungan program ini agar masyarakat dapat menerapkan hasil pendampingan secara mandiri," katanya.
Lurah Mulyaharja, Moeslim Yuliantono, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, beberapa tantangan yang masih dihadapi masyarakat.
Antara lain rendahnya kesadaran memilah sampah, kurangnya penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS), serta minimnya minat pemuda dalam sektor pertanian.
"Selain itu, kami juga ingin meningkatkan kapasitas Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Kelompok Tani Dewasa (KTD) agar lebih produktif dan berdaya saing," ungkapnya.
Sementara itu, Penyuluh Pertanian Lapang (PPL) Mulyaharja, Agus Faisal, menekankan perlunya pelatihan yang lebih spesifik bagi petani dan pelaku UMKM. Terutamanya dalam aspek keamanan pangan, sertifikasi, dan izin edar.
"Dengan pendampingan dari akademisi, kami berharap produk pertanian dan olahan pangan dari Mulyaharja bisa berkembang dan lebih kompetitif di pasar," katanya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin