RADAR BOGOR - Lomba kebersihan terbesar di Kota Bogor, Bogorku Bersih, kembali digelar tahun ini dengan sistem seleksi ketat. Pendaftaran telah dibuka 10 Maret sampai 10 April 2025, lalu masuk tahapan verifikasi peserta.
Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor, Setiawati, mengatakan lomba Bogorku Bersih ini diadakan sepanjang tahun untuk mendorong masyarakat lebih peduli lingkungan.
Setiap kelurahan wajib mengirimkan minimal 10 RT sebagai peserta Bogorku Bersih atau sekitar 650-an peserta.
Nantinya akan disaring menjadi 300 besar, lalu 150 besar, hingga akhirnya mengerucut ke 30 dan 10 besar.
“Melalui Bogorku Bersih, kami ingin membangun kesadaran masyarakat bahwa lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Setiap tahun, kami terus melakukan evaluasi agar program ini lebih berdampak,” ujarnya.
Kategori lomba mencakup permukiman teratur, permukiman tepi sungai, permukiman swadaya, serta sekolah.
Namun, kategori ini bisa bertambah tergantung pada potensi wilayah yang teridentifikasi selama verifikasi.
Tahun ini, inovasi utama dalam penilaian adalah pengelolaan sampah dari sumbernya. DLH menekankan kebersihan tidak hanya sebatas memindahkan sampah dari rumah, tetapi masyarakat bisa menuntaskan sampah di tempat asalnya.
“Kami ingin masyarakat memahami pentingnya mengolah sampah sejak dari rumah atau sekolah, misalnya dengan membuat kompos atau mendaur ulang. Sampah tidak boleh hanya dipindahkan ke TPA, tapi harus dituntaskan di sumbernya,” jelas Setiawati.
Untuk memastikan sosialisasi yang luas, informasi terkait lomba disebarkan melalui brosur ke seluruh kelurahan dan kecamatan, serta melalui media sosial.
Tim verifikator akan melakukan pengecekan langsung agar peserta sesuai dengan kategori wilayahnya.
DLH juga akan mendampingi peserta yang ingin melakukan perubahan dalam pengelolaan lingkungan. Jika ada yang belum lolos tahun ini, mereka bisa menjadi calon peserta untuk tahun berikutnya.
“Jangan sampai yang menang hanya itu-itu saja. Kami ingin semua wilayah punya kesempatan dan bagi yang berkomitmen untuk berubah akan kami dampingi,” tambahnya.
Proses verifikasi akan berlangsung selama lima bulan hingga terpilih 10 besar. Pada tahap akhir, juri ahli dari berbagai pihak, termasuk unsur Forkopimda, akan dilibatkan dalam penilaian.
Setiawati menegaskan pemerintah tidak bisa bekerja sendiri dalam pengelolaan lingkungan. Oleh karena itu, Bogorku Bersih menjadi ajang mencari wilayah yang sudah memiliki kepedulian terhadap lingkungan agar bisa dibantu dalam pemberdayaan lebih lanjut.
“Harapannya, masyarakat Kota Bogor semakin sadar bahwa masalah sampah bisa dikelola dengan baik jika semua orang mau memilah dan mengolahnya sejak dari sumber,” tutupnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin