RADAR BOGOR - Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor memastikan perawatan halte terus dilakukan secara berkala.
Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor, Bayu Herlambang, mengatakan pemeliharaan halte dilakukan setiap bulan guna memastikan kelayakan fasilitas bagi masyarakat.
"Saat ini ada 36 halte yang tetap kita pelihara seperti yang sudah berjalan selama ini. Setiap bulan dilakukan pengecekan untuk memastikan kondisinya," ujarnya kepada Radar Bogor, Selasa (19/3/2025).
Dia menjelaskan secara keseluruhan halte-halte tersebut masih dalam kondisi layak, meskipun ada beberapa kekurangan minor, seperti coretan di dinding halte.
Coretan tersebut telah dibersihkan, tetapi sering muncul kembali.
"Kami belum mengetahui siapa pelakunya. Ini memang jadi tantangan tersendiri dalam menjaga kebersihan halte," katanya.
Selain itu, Bayu mengakui ada beberapa bagian halte yang mengalami kerusakan, seperti komponen yang copot.
Dia pun berharap masyarakat agar ikut menjaga fasilitas umum ini.
"Kami mengajak masyarakat menjaga fasilitas publik agar tetap nyaman digunakan," pungkasnya.
Namun demikian, menurutnya belum ada rencana untuk perbaikan menyeluruh. Mereka akan tetap melakukan pemeliharaan rutin setiap bulan.
Beberapa waktu lalu, Pengamat Perkotaan, Yayat Supriatna menyarankan agar halte-halte dimanfaatkan untuk menjadi warung atau cafe mini.
Ini bisa dibuat agar cafe yang ada termanfaatkan secara optimal.
Penumpang pun bisa menunggu dengan nyaman dan tenang. Hal ini nantinya bisa digunakan saat Biskita kembali beroperasi.
Selain itu halte-halte juga bisa digunakan sebagai media pemasangan iklan.
Banyak perusahaan pasti akan tertarik untuk memasang iklan karena halte ramai dikunjungi penumpang yang naik contohnya di sepanjang Jalan Sudirman.
"Kita belajar dari Transjakarta yang halte-haltenya itu ikonik. Ada kafenya atau tenant di atas, bisa menghasilkan uang, penumpangnya nyaman," ujarnya. (uma)
Editor : Alpin.