Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Mengenal Taman Begonia di Kebun Raya Bogor, Konservasi dan Daya Tarik Eduwisata Baru

Eka Rahmawati • Jumat, 21 Maret 2025 | 14:37 WIB
Suasana Taman Begonia di Kebun Raya Bogor.
Suasana Taman Begonia di Kebun Raya Bogor.

RADAR BOGOR - Taman Begonia merupakan konservasi dan daya tarik eduwisata baru di Kebun Raya Bogor. 

Taman edukasi ini hadir untuk meningkatkan pelayanan bagi pecinta tumbuhan dan wisatawan yang ingin menikmati keindahan flora nusantara.

PT Mitra Natura Raya (MNR) sebagai mitra Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengelola Kebun Raya Bogor dalam kemitraan pelayanan publik sejak 1 Januari 2020 lalu.

Kemitraan tersebut menjadi sinergi strategis yang mana BRIN dapat menjalankan fungsi utamanya dalam kegiatan penelitian dan konservasi tumbuhan sedangkan PT MNR atau KebunRaya.id menyelenggarakan berbagai fungsi pelayanan publik. Tentunya yang sesuai dengan fungsi dan pilar kebun raya, yaitu membawa pesan edukasi dan konservasi lingkungan ke masyarakat luas dengan bahasa yang sesuai dengan perkembangan zaman.

Komisaris Utama PT Mitra Natura Raya, Ery Erlangga menyampaikan Taman Begonia membantu ranah konservasi dan penelitian Kebun Raya karena menjaga 31 spesies asli Indonesia hasil eksplorasi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).

Ekosistem dan iklim mikronya dibuat menyerupai habitat aslinya dan seideal mungkin agar dapat membantu proses penelitian Begonia hasil eksplorasi BRIN secara ex-situ.

Manager Hortikultura PT Mitra Natura Raya, Yudhistira mengatakan Taman Begonia adalah taman tematik dengan mengusung konsep keanekaragaman Begonia dan ditata berdasarkan bioregion.

Proses pembangunan taman ini telah dimulai sejak September 2024 dan selesai pada Januari 2025 kemudian diresmikan hari ini Jumat (21/3/2025).

Yudhistira menejlaskan Taman Begonia merupakan hasil kolaborasi antara BRIN dengan PT MNR yang bertujuan untuk konservasi, edukasi, serta pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Lokasi Taman Begonia berada di lahan seluas 170 meter persegi dan dirancang untuk menampilkan kekayaan dan keindahan spesies Begonia yang berasal dari berbagai bioregion di Indonesia.

Terdapat koleksi 31 jenis spesies asli Indonesia, 27 jenis hibrida dengan 11 hibrida diantaranya merupakan hasil karya pemuliaan BRIN. Jumlah total tumbuhan di dalamnya terdapat 330 tumbuhan.

Selain menjadi ruang konservasi bagi flora endemik, Taman Begonia juga menjadi pusat edukasi bagi masyarakat, akademisi, peneliti, dan pecinta tumbuhan.

“Taman Begonia merupakan wujud nyata dari upaya kami dalam melestarikan biodiversitas Indonesia sekaligus menghadirkan ruang edukatif yang menarik bagi masyarakat, kami berharap taman ini dapat menjadi tempat inspiratif bagi semua kalangan yang ingin lebih mengenal dan mencintai flora nusantara,” ujar Yudhistira.

Tak hanya menjadi bagian dari konsep eduwisata, taman ini akan menawarkan berbagai program interaktif lainnya seperti tur edukasi dan program kelas edukasi Begonia.

Melalui pendekatan ini, pengunjung bisa belajar langsung mengenai morfologi Begonia, teknik perawatan, serta potensi pengembangan Begonia sebagai tanaman hias unggulan Indonesia.

Peresmian Taman Begonia diharapkan akan semakin banyak upaya kolaboratif yang mendukung pelestarian kekayaan hayati Indonesia sekaligus membuka peluang pengembangan sektor wisata berbasis konservasi.

Pada konteks hasil eksplorasi BRIN, pulau di Indonesia yang sudah banyak ditemukan Begonia jenis baru dan akan terus bertambah adalah pulau Sulawesi dan Sumatra.

Begonia spesies asli Indonesia diantaranya ada Begonia hijauvenia dan Begonia panjangfolia yang merupakan Begonia endemik Sumatra yang ditemukan oleh eksplorasi BRIN di Sumatra dan dipublikasikan secara ilmiah tahun 2022.

Yudhistira memaparkan begonia hibrida yang ada di antaranya Begonia Tuti Siregar dan Begonia Eka Karya dan merupakan hasil pemuliaan BRIN dan lahir di Kebun Raya Eka Karya Bali beserta Begonia Red Pixie yang jadi hasil mutase radiasi oleh peneliti BRIN.

Pada kesempatan yang sama, Peneliti Ahli Utama Pusat Riset Botani Terapan BRIN, Hartutiningsih-M. Siregar mengatakan Begonia (Begoniaceae) termasuk tumbuhan yang mudah dikenali.

Tumbuhuan ini memiliki ciri-ciri spesifik yakni berupa terna tegak, semak atau menjalar, dengan batang yang berair dan helaian daun yang tidak simetris (begoniifolia).

Peneliti yang telah menggeluti tanaman hias Begonia sejak tahun 2001 itu mengungkapkan untuk mendapatkan varietas Begonia baru dengan sosok menarik dengan penampilan fisik yang diharapkan lebih baik dari induknya, unik, menarik atau mempunyai daya tahan yang kuat dapat dilakukan penyerbukan silang atau penyilangan (cross pollination).

Pada umumnya Begonia melakukan penyerbukan sendiri atau selfpollnation, sedangkan penyerbukan silang secara buatan dilakukan dalam kegiatan pemuliaan untuk menghasilkan F1, yang selanjutnya menjadi langkah melahirkan varietas baru yang lebih bervariasi. Begonia ”Tuti Siregar” nomor 00275/PPVT/S/2014.

"Pengembangan varietas baru tersebut mempunyai prospek dan nilai jual tinggi sebagai tumbuhan hias komersial, daunnya yang tidak simetris dengan berbagai bentuk dan warna yang menarik banyak diminati," jelasnya.

Begonia ‘Tuti Siregar’ adalah hasil persilangan antara Begonia listada atau tetua betina dan Begonia acetosa atau tetua jantan yang dimuliakan oleh Ibu Hartutiningsih Siregar yaitu istri dari Kepala Kebun Raya Bali pada saat itu.

Ciri khas dari Begonia ini yakni memiliki daun yang indah, karakter daunnya unik, berbentuk bundar telur (ovate) dengan permukaan yang melengkung ke atas.  Selain itu tumbuhan ini juga memiliki warna dasar permukaan berwarna hijau, berbulu halus seperti beludru, warna pertulangan daun pada permukaan atas kuning menyala. Selain itu warna daun permukaan bawah merah marun dan memiliki halus.

Editor : Eka Rahmawati
#konservasi #kebun raya bogor #Taman Begonia #eduwisata