RADAR BOGOR - Pembangunan Bumi Ageung Batutulis, Kota Bogor, terus berlanjut pada 2025. Proyek pembangunan Bumi Ageung Batutulis sempat tertunda karena anggaran dialihkan untuk persiapan Pilkada.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati, mengatakan tahun ini akan dilakukan penyusunan Detail Engineering Design (DED).
Jika sesuai jadwal, konstruksi akan dimulai pada 2026 dan ditargetkan beroperasi pada 2027.
"Tahun ini kita akan buat DED lanjutan. Ini menjadi prioritas Pak Wali Kota agar bisa dibangun pada 2026, dengan harapan dapat beroperasi pada 2027," katanya, Kamis (20/3/2025).
Anggaran awal untuk pembangunan ini mencapai Rp16 miliar, namun setelah proses lelang, nilainya turun menjadi Rp14 miliar.
Proyek ini sempat mengalami perubahan desain berdasarkan masukan dari budayawan dan masyarakat.
"Karena itu, pembangunan belum sepenuhnya selesai," ujarnya.
Pembangunan Bumi Ageung Batutulis dimulai pada tahun anggaran 2023. Namun, pada 2024, proyek ini terhenti karena anggaran lebih difokuskan untuk persiapan Pilkada.
Tahun 2025, pemerintah kembali mengalokasikan dana untuk menyelesaikan DED lanjutan dan desain interior.
Iceu menegaskan, kawasan ini akan dikembangkan menjadi destinasi wisata sejarah yang terintegrasi dengan situs Batutulis dan berbagai peninggalan lain di sekitarnya.
Mereka berkolaborasi dengan Kemendikbud untuk memastikan literasi dan narasi sejarahnya kuat.
"Ini penting agar pengunjung mendapatkan pemahaman yang utuh tentang sejarah Pajajaran," ungkapnya.
Revitalisasi juga akan mencakup bangunan di sekitar situs yang sudah lama tidak mengalami perbaikan.
Pemerintah berencana berkoordinasi dengan Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) untuk memastikan revitalisasi berjalan sesuai dengan kaidah pelestarian cagar budaya.
"Pembangunan konstruksi itu nggak boleh berbarengan dengan perencanaannya. Jadi harus dibuat dulu perencanaannya, lalu dibangun konstruksinya," jelasnya. (uma)
Editor : Alpin.