RADAR BOGOR - Inilah kisah perjalanan Jimmy yang pernah menjadi Ketua Mualaf Center Indonesia Peduli (MCIP) Bogor dalam menyusuri keagungan Tuhan.
Setiap orang punya alur berbeda untuk dekat dengan sang pencipta. Rute pendekatan denganNYA tidak meluluh datang dari jalur kanan saja, lajur kiripun bisa. Kondisi itu seperti yang dialami oleh Jimmy Lee sebelum masuk Islam. Saat itu dia sangat getol untuk mencari kemewahan dunia hingga menghiraukan arti keberkahan.
Pria berusia 57 tahun itu lahir dari kelurga etnis Tionghoa. Sedari muda Jimmy sudah melakoni dunia wirausaha. Saban hari kehidupannya hanya bergelut dengan untung dan rugi saja.
Jika usahanya mencapai target maka keuntungannya digunakan hanya untuk bersenang-senang tanpa perduli lingkungan sekitar. Padahal etnis Tionghoa juga mengajarkan pentingnya rasa berbagi terhadap sesama. Namun lagi-lagu kesenangan dunia membuatnya terlena.
Hari demi hari terus dia lalui. Gemerlapnya harta membuatnya sangat percaya diri untuk mendekati wanita manapun. Hingga pada satu waktu hatinya tercantol paras cantik seorang muslimah.
“Akhirnya pada tahun 1991 saya mengucapkan dua kalimat syahadat, jadi saya masuk islam mulanya hanya demi wanita saja,” ujar Jimmy pada Radar Bogor, Sabtu (22/3/2025) siang.
Meski sudah bersyahadat, Jimmy mengaku kehidupannya saat itu tidak berubah. Berbagai macam praktek peribadatan ummat islam tidak sama sekali dilirik. Kepalanya jarang bersujud, mulutnya pelit melafalkan Al Quran.
Jimmy mengaku selama bertahun-tahun nama Islam hanya tertuang di KTP nya saja, tanpa diimani dengan sepenuh hati. Hingga percis pada 2010 dirinya mengalami permasalahan besar. Tak ada sama sekali yang menengoknya.
Jimmy enggan bercerita soal masalahnya. Dia hanya menyebut kondisinya saat itu sangat terpuruk. Ia bingung hendak ke mana untuk bersandar sebab semua orang disebutnya menghindar.
“Akhirnya saya ngadu kepada Allah, dari situ saya sadar apa pun status kita bila kita terpuruk, maka kita akan datang kepada Allah SWT. Hanya Allah SWT yang selalu siap menerima hambaNya setiap saat,” jelasnya.
Atas pristiwa itu Jimmy akhirnya mulai memantapkan diri untuk menjadi seorang muslim seutuhnya. Ia mulai belajar berbagai macam ajaran Islam dari nol dab saat menjalaninya hatinya begitu tenang tanpa ada kegelisahan.
“Jadi pesannya harus belajar Islam yang serius agar paham apa itu Islam. Banggalah jadi seorang muslim, karena tidak semua orang mendapatkan hidayah,” tegasnya.
Saat ini aktivitas Jimmy justru disibukkan untuk membantu orang-orang yang baru memeluk agama islam. Ia tergabung dalam organisasi Muallaf Center Indonesia Peduli (MCIP).
Jimmy mengaku lewat organisasi itu dirinya banyak mengenal tentang Islam dan merasa dekat dengan Tuhan. Sampai sampai dia pernah menjabat sebagai Ketua MCIP Bogor selama 8 tahun.(rp1)
Editor : Eka Rahmawati