Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Perangi Premanisme dan Pungli, Pemkot Bogot Bakal Bongkar Tempat Nongkrong Pengamen dan Tangkap Oknum Nakal

Reka Faturachman • Kamis, 27 Maret 2025 | 11:35 WIB
Apel pencanangan pemberantasan premanisme dan pungli yang digelar di Tugu Kujang, Kota Bogor pada Kamis (27/3/2025).
Apel pencanangan pemberantasan premanisme dan pungli yang digelar di Tugu Kujang, Kota Bogor pada Kamis (27/3/2025).

RADAR BOGOR - Tindakan premanisme dan Pungutan Liar (Pungli) bakal diburu habis-habisan oleh Satuan Gugus Tugas (Satgas) Pemberantas Premanisme dan Pungli di Kota Bogor.

Komitmen itu itu ditegaskan Wali Kota Bogor, Dedie Rachim saat memimpin Apel Pencanangan Premanisme Tingkat Kota Bogor di Tugu Kujang, Kamis (27/3/2025) pagi.

Dedie mengatakan premanisme dan pungli merupakan gangguan ketertiban umum yang meresahkan masyarakat di Kota Bogor dan mengancam tatanan sosial.

"Oleh karena itu aksi premanisme seperti pemerasan, pungli, intimidasi, gangguan pada investasi harus ditindak tegas," ujarnya kepada Radar Bogor.

Praktik-praktik tersebut dinilai Dedie sangat merugikan masyarakat dan menghambat kemajuaan ekonomi dan kondusifitas daerah.

Perilaku ini juga menyulitkan daerah dalam mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen seperti yang ditargetkan Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Melalui koordinasi dan kolaborasi bersama TNI, Polri, Kejaksaan, dan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait Satgas Pemberantasan Premanisme dan Pungli bakal melakukan sejumlah tindakan.

Dedie menyebut mereka bakal mengentaskan pengamen-pengamen yang merngganggu dan meresahkan pengguna kendaraan umum.

"Saya mengintruksikan jajaran untuk membersihkan tempat-tempat nongkrong pengamen seperti di Cibalangung. Bahkan kalau perlu dibongkar," tegas Dedie.

Mereka juga akan menertibkan Pedagang Kaki Lima yang berada di sekitaran pasar di Kota Bogor.

Hal ini bertujuan agar membuat proses jual beli berlangsung di pasar sehingga tidak merugikan para pedagang yang sudah berada di dalam pasar.

Ketiga, Satgas juga akan menangkap para pelaku pungli yang kerap berada di pasar dan meresahkan pedagang.

Upaya ini dimulai dengan mengidentifikasi para oknum nakal yang kerap melakukan tindakan pungli.

"Saya ingin keberadaan Satgas Pemberantasan Premanisme dan Pungli ini tidak sia-sia. Jangan omon-omon saja tapi harus memiliki target dan hasil yang maksimal," tekan Dedie.

Dengan upaya yang dilakukan bersama ini ia percaya akan dapat memulihkan kondisi ekonomi dan membuat masyarakat merasa tenang ketika menjalankan usaha di Kota Bogor.

Dedie menargetkan seluruh upaya itu digencarkan selama setahun ke depan. Hasilnya akan ia laporkan pada Pemerintah Provinsi Jawa Barat. (fat)

Editor : Yosep Awaludin
#kota bogor #pungli #premanisme