Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

PT BAM Desak Perumda PPJ Segera Relokasi Pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua

Reka Faturachman • Jumat, 28 Maret 2025 | 04:51 WIB
PT BAM mendesak Perumda PPJ agar segera merelokasi para Pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.
PT BAM mendesak Perumda PPJ agar segera merelokasi para Pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.

RADAR BOGOR - Investor revitalisasi Pasar Jambu Dua, PT Bogor Artha Makmur (BAM) mendesak Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) segera menutup dan merelokasi para pedagang Pasar Bogor.

Direktur Utama PT BAM, MH Ages menagih janji Perumda PPJ yang akan segera menutup dan merelokasi pedagang Pasar Bogor pada momen pasca lebaran atau tanggal 16 April 2025

"Saya butuh kepastian. Karena sampai sekarang Pasar Jambu Dua baru terisi 30 persen, masih ada 70 persen kios los yang belum tersisi untuk pedangan dari Pasar Bogor," ujar dia, Kamis (27/3/2025).

Menurut Ages, kondisi saat ini tidak sesuai dengan kerangka kerja awal.

Semestinya, kata dia, 800 pedagang basah dari Pasar Bogor segera pindah dan menempati ruko dan los baru di Pasar Jambu Dua.

Padahal ia menyebut, pedagang Pasar Jambu Dua akan menggelar karpet merah bagi pedagang Pasar Bogor yang akan pindah.

"Kalau tidak ada juga komitmen dari Perumda PPJ kami akan layangkan surat somasi. Karena kami (membangun Pasar Jambu Dua) berinvestasi bukan pakai APBD," tegas Ages.

Direktur Utama Perumda PPJ, Jenal Abidin mengatakan pihaknya akan mulai merelokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua setelah Lebaran 2025.

Namun, ia belum dapat memastikan tanggal berapa proses itu mulai berjalan.

"Pedagang basah Pasar Bogor itu perencanaan awal kami adalah direlokasi ke Pasar Jambu Dua semuanya. Sementara pedagang yang kering ke Pasar Sukasari. Saat ini progres Pasar Sukasari sudah 94 persen sedang tahap finsihing. Semoga habis lebaran selesai dan semua bisa pindah serentak," terang Jenal.

Jenal mengklaim, pihaknya sudah melakukan sosialisasi mengenai rencana ini kepada seluruh pedagang Pasar Bogor. Pihaknya juga sudah bertemu dengan pedagang meskipun belum menemukan kesepakatan.

"Karena mesti dipahami sejak 2017 sudah habis hak guna pakainya. Jadi ayolah move on dan menyesuaikan dengan perencanaan Kotaa Bogor ke depan," ucap Jenal saat dikonfirmasi Radar Bogor.

Setelah ditutup, Pasar Bogor dan Plaza Bogot disebut Jenal akan direvitalisasi untuk mendukung Kota Bogor jadi heritage city dan green city.

Wali Kota Bogor, Dedi Rachim mengatakan revitalisasi Pasar Bogor dan Plaza Bogor menjadi bagian penting dari pembangunan Kota Bogor. Rencana ini akan mendukung keberadaan Kebun Raya Bogor sebagai satu-satunya destinasi wisata alam yang ada di Kota Bogor.

“Kami harus bantu Kebun Raya supaya punya sarana pendukung. Selama ini tidak ada kontribusi perparkiran dari Kebun Raya karena mereka tidak menyediakan parkir. Akhirnya menyebar dimana-mana. Peluang ini kami ambil,” ujar Dedie.

Selain menjadi lahan parkir, revitalisasi Pasar dan Plaza Bogor ini juga akan menjadi empat oleh-oleh para pengunjung KRB sehingga bisa menghidupi UMKM Kota Bogor.

“Ini kami lihat sebagai peluang masa depan. Bukan hanya 2-5 tahun ke depan tapi 10-15 tahun lagi. KRB-nya harus selalu eksis dan semakin baik,” tekan Dedie. (Fat)

Editor : Lucky Lukman Nul Hakim
#bogor #Perumda PPJ #pedagang #Pasar Jambu Dua