Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Bulog Bogor Gandeng Kodim dan Dinas Terkait untuk Percepat Serapan Gabah

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 28 Maret 2025 | 12:51 WIB
Perum Bulog Cabang Bogor berupaya mempercepat penyerapan gabah petani guna memperkuat stok cadangan pangan pemerintah.
Perum Bulog Cabang Bogor berupaya mempercepat penyerapan gabah petani guna memperkuat stok cadangan pangan pemerintah.

RADAR BOGOR– Perum Bulog Cabang Bogor terus berupaya mempercepat penyerapan gabah petani guna memperkuat stok cadangan pangan pemerintah.

Selama panen raya Februari hingga April 2025, Bulog menargetkan serapan 1.656 ton gabah kering panen (GKP) dan 6.613 ton beras.

"Kami sudah menyerap di Kota Bogor, dan sekitar 1.402 ton GKP, mayoritas dari Kecamatan Jonggol, Cariu, Sukamakmur, dan Tanjungsari di Kabupaten Bogor. Sementara untuk beras baru mencapai 79 ton," ujar Kepala Perum Bulog Cabang Bogor, Yanto Nurdianto.

Untuk mempercepat penyerapan, Bulog membentuk Tim Jemput Gabah yang bekerja sama dengan jajaran Kodim lewat Babinsa, dan dinas terkait. Tim ini bertugas mengumpulkan data potensi panen serta mendampingi proses pembelian gabah langsung dari petani.

Baca Juga: Dorong Ketahanan Pangan, IPB University Gandeng Bulog Kembangkan Komoditas Padi Cerdas Iklim

"Kami membeli gabah langsung dari petani atau kelompok tani dengan sistem pembayaran melalui transfer setelah ditimbang. Gabah kemudian dikeringkan dan digiling di fasilitas pengolahan di Bogor dan Karawang," jelas Yanto.

Cuaca hujan menjadi tantangan dalam penyerapan karena gabah yang terlambat dikeringkan bisa berkecambah, menurunkan kualitas beras. Bulog mengedukasi petani agar tidak memanen terlalu dini serta menjaga kebersihan gabah sebelum diolah.

"Kami yakin dengan harga Rp6.500 per kilogram, petani bisa menikmati hasil panennya untuk meningkatkan kesejahteraan. Sementara itu, pemerintah mendapatkan stok cadangan pangan yang cukup," tambahnya.

Ke depan, Yanto berharap program penyerapan gabah dan beras terus berlanjut. Ia juga menekankan pentingnya mesin pengering modern serta Rice Milling Unit (RMU) di setiap sentra produksi guna meningkatkan kualitas beras dan harga jualnya.

"Bulog harus menjadi pasar utama hasil panen petani. Dengan dukungan sarana pascapanen yang lebih baik, kami optimistis swasembada pangan bisa terus terjaga," tutupnya.(uma)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #bulog