Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Untuk Tambah Pendapatan, Pengamat Transportasi Sarankan Pemkot Bogor Buka Lelang Pengelolaan Halte Biskita

Reka Faturachman • Minggu, 6 April 2025 | 10:18 WIB
Biskita Transpakuan Bogor terparkir di Terminal Bubulak.
Biskita Transpakuan Bogor terparkir di Terminal Bubulak.

RADAR BOGOR - Pengelolaan Halte Biskita Transpakuan dipandang menjadi sumber pendapatan yang potensial bagi keberlanjutan program Buy The Service (BTS) di Kota Bogor.

Hal ini dapat menyokong operasional Biskita Transpakuan yang masih terseok-seok karena kecilnya nominal anggaran pada APBD Kota Bogor.

Pengamat Transportasi, Yayat Supriatna menyarankan agar Pemkot Bogot membuka kesempatan bagi pihak swasta mengelola sejumlah halte Biskita Transpakuan. Misalnya dengan kerja sama iklan, pengembangan bisnis, hingga pembuatan shelter untuk ojek online.

"Kalau Pemkot Bogor tidak ada biaya untuk perawatan dan pengembangan halte dibuka lelang sehingga bisa dikelola oleh swasta atau badan usaha. Supaya mereka bisa merawat sekaligus mengembangkan halte Biskita Transpakuan sehingga bisa dirasakan lebih nyaman oleh penumpang," ujarnya.

Yayat berkaca dari pengelolaan Halte Transjakarta yang banyak dikerjasamakan dengan pihak swasta sehingga dilengkapi dengan mini market dan kafe.

Menurut dia gagasan ini membuat halte menjadi lebih terawat serta bisa menghasilkan pendapatan di luar tiket penumpang (non farebox).

Kebersihan dan kenyamanan halte dipandangnya sebagai hal penting dalam keberlanjutan operasional Biskita Transpakuan. Kenyamanan halte akan berdampak pada jumlah masyarakat yang mau untuk naik kendaraan umum seperti Biskita Transpakuan.

"Jangan sampai haltenya ke depan makin rusak, kotor, dan tidak terpelihara. Karena ini adalah first mile dan last milenya. Kalau pelayanan haltenya kotor dan tidak apik gimana mau nambah jumlah penumpang," tekan dia.

Terlebih menurut dia, layanan armada Biskita Transpakuan masih sangat lama. Bahkan penumpang mesti menunggu bus di halte selama lebih dari 20 menit. Oleh karena itu kenyamanan halte menjadi yang utama dan terpenting bagi para penumpang.

Ia juga mendorong agar Pemkot Bogor membangun badan Bus Managemen Company (BMC) yang bisa mengembangkan moda transportasi Biskita Transpakuan di Kota Bogor.

"Supaya ke depan tidak tergantung APBD dan bisa memikirkan pengembangan non farebox. Karena selama ini hanya mengandalkan dari tiket atau karcis saja," ujar Yayat.(Fat)

Editor : Eka Rahmawati
#bogor #Biskita #pengamat transportasi #halte