Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kunjungan Wisatawan ke Kota Bogor Naik Saat Lebaran 2025, Disparbud Diminta Tajamkan Analisis dan Perkuat Strategi

Fikri Rahmat Utama • Selasa, 8 April 2025 | 15:45 WIB
Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB).
Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB).

RADAR BOGOR - Ada lonjakan jumlah kunjungan wisatawan selama libur Hari Raya Idul Fitri 1446 H/2025 ke Kota Bogor.

Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, total kunjungan wisatawan dari 28 Maret hingga 7 April 2025 mencapai 192.610 orang.

Angka ini menunjukkan kenaikan signifikan jumlah kunjungan wisatawan ke Kota Bogor dibandingkan periode yang sama tahun lalu hanya mencapai 137.872 kunjungan.

Menanggapi hal ini, Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Akhmad Saeful Bakhri (ASB), memberikan apresiasi terhadap kinerja Disparbud.

Namun, ia mengingatkan pentingnya konsistensi dan ketajaman analisis dinas dalam menyusun strategi pariwisata ke depan.

Ini untuk mengetahui faktor-faktor penyebab kenaikan maupun penurunan kunjungan, dibandingkan dengan tahun lalu.

"Ini penting agar target kunjungan tahun ini bisa tercapai,” ujar politisi PPP itu.

ASB juga menyoroti tren wisata favorit yang berkembang, termasuk meningkatnya popularitas wisata kuliner di kawasan Surya Kencana (Surken) sebagai salah satu penopang jumlah kunjungan.

Namun, ia mempertanyakan sejauh mana potensi wisata kuliner tersebut telah dikonversi menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Wisata kuliner Surken kelihatannya jadi favorit. Tapi sejauh mana itu menyumbang PAD? Ini yang perlu diperhatikan lebih lanjut karena sektor pariwisata adalah andalan PAD kita,” tegasnya.

Lebih jauh, dia juga menyinggung dampak kebijakan efisiensi anggaran terhadap sektor pariwisata.

Dia mempertanyakan apakah kebijakan tersebut sudah dianalisis kaitannya dengan tingkat keterisian kamar (occupancy rate) dan lama tinggal wisatawan (length of stay).

“Bagaimana strategi mempertahankan industri akomodasi setelah efisiensi anggaran? Perlu langkah-langkah antisipatif. Apalagi sudah ada dua hotel yang tutup. Ini berdampak pada pekerja yang dirumahkan,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Pariwisata Disparbud Kota Bogor, Ayip Samsul Muarip, menjelaskan kenaikan kunjungan wisata terjadi secara signifikan pada hari H Idul Fitri (31 Maret–3 April) dengan lonjakan rata-rata 370,20% dibandingkan hari-hari sebelumnya.

Namun, angka tersebut kembali turun sebesar 13,66% pada periode setelah Idul Fitri (4–7 April).

Tingkat hunian kamar hotel juga naik tajam dari rata-rata 26,78% sebelum lebaran menjadi 77,25% saat libur lebaran.

Menurut Ayip, peningkatan ini didorong oleh berbagai promosi hotel dan paket layanan menarik selama musim liburan.

Dalam menghadapi efisiensi anggaran, Ayip menyebut pihaknya akan tetap menjalankan program penguatan sektor pariwisata.

Di antaranya fasilitasi sertifikasi kompetensi SDM, pengembangan kampung wisata, pelatihan pemandu wisata, serta promosi digital lewat aplikasi LAKSA dan media sosial.

“Kami juga terus menjalin kerja sama dengan komunitas, akademisi, dan pelaku industri pariwisata agar promosi berjalan optimal. Kolaborasi lebih diutamakan daripada sekadar persaingan,” pungkas Ayip. (uma)

Editor : Alpin.
#kota bogor #kunjungan wisatawan #Disparbud