RADAR BOGOR – Tiga rumah di Kompleks Pagentongan Residence, Jalan Pesantren Kyai Falak, Kelurahan Loji, Kecamatan Bogor Barat, Kota Boor, dibobol maling saat ditinggal penghuninya mudik Lebaran 2025.
Aksi pencurian ini diperkirakan terjadi pada Kamis malam hingga Jumat dini hari (4–5 April 2025), saat kompleks dalam kondisi sepi penghuni.
Salah satu warga, Prima Hernandia (40), yang rumahnya turut menjadi sasaran pencurian menjelaskan, kejadian pertama diketahui pada Sabtu (5/4/2025) malam.
Saat itu penghuni rumah blok B-12, Hendra, baru pulang dan mendapati dua tabung gas 3 kg raib dari rumahnya.
Maling diduga masuk lewat jendela dapur dan keluar melalui pintu belakang. Temuan itu langsung dilaporkan ke grup warga.
Keesokan harinya, Minggu sore (6/4/2025), Prima yang menempati rumah di blok B-11, menemukan rumahnya dalam kondisi rapi, namun beberapa barang hilang.
Satu unit ponsel Vivo, satu tabung gas, serta perhiasan yang disimpan di lemari diketahui telah raib.
Karena tidak ada tanda-tanda kerusakan pintu dan jendela, sempat muncul dugaan pelaku adalah orang dalam atau asisten rumah tangga.
Pihak keluarga langsung melaporkan kejadian itu ke Ketua Kompleks dan kemudian ke Polsek setempat.
Tak berselang lama, sekitar pukul 14.00 WIB di hari yang sama, penghuni rumah B-6 yang baru kembali dari mudik, Doni, juga melaporkan kehilangan.
Dari rumah tersebut hilang satu tas berisi uang tunai serta tiga unit jam tangan. Diduga, pelaku masuk melalui atap karena ditemukan bekas plafon jebol di kamar mandi.
“Akses masuk ke dalam kompleks diduga melalui tembok belakang rumah B-11 dan B-12 yang berbatasan langsung dengan kebun warga dan area IPB. Di sana memang tidak ada pengaman khusus dan ada jejak tanaman yang patah,” jelas Prima, Rabu (9/4/2025).
Polsek Bogor Barat yang menerima laporan telah ke lokasi dan memeriksa tempat kejadian perkara.
ART yang sempat dicurigai juga telah dimintai keterangan, namun hingga kini belum ada kesimpulan penyidikan.
Menurut Prima, ini bukan kejadian pertama. Rumah B-12 sudah empat kali kemalingan, sedangkan rumah B-5 sudah tiga kali dibobol maling.
Namun belum ada satu pun pelaku yang tertangkap. “Kasus seperti ini sudah terlalu sering. Sampai-sampai warga jadi terbiasa kalau ada rumah kemalingan,” ungkapnya.
Warga kompleks berharap aparat kepolisian bisa menangani kasus ini dengan serius. Hal ini untuk mencegah kejadian serupa di kemudian hari. (uma)
Editor : Alpin.