RADAR BOGOR - Jumlah warga Kota Bogor yang berhasil menyandang gelar sarjana, rupanya masih sangat minim. Bahkan tidak sampai menyentuh angka 10 persen.
Berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bogor, penduduk yang bergelar sarjana hanya ada 100.574 orang. Sementara jumlah total masyarakatnya sebanyak 1.144.108.
Data lulusan sarjana tersebut terhitung sejak awal smester II tahun 2024 hingga akhir Desember 2024 kemarin. Dan ini baru saja diterbitkan pada pertengahan Maret 2025 lalu.
Minimnya lulusan sarjana di Kota Bogor menuai sorotan dari berbagai pihak. Wakil Ketua I DPRD Kota Bogor M Rusli Prihatevy salah satunya.
Rusli mengaku terkejut melihat minimnya warga Kota Bogor yang lulus perguruan tinggi. Dia memandang persoalan ini dapat berdampak pada angka pengangguran terbuka di wilayah Kota Bogor.
Biaya pendidikan yang relatif mahal disebut Rusli menjadi salah satu pemicunya. Sehingga banyak masyarakat yang lebih memilih untuk bekerja pasca mengenyam pendidikan SMA ketimbang kuliah.
Meski begitu, Rusli mengatakan pendidikan adalah hak yang mesti terpenuhi. Oleh karenanya, dia mengaku telah menyiapkan berbagai macam langkah taktis guna memantik semangat masyarakat untuk berkuliah.
Komitmen itu diklaimnya telah tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah tahun 2025 hingga 2045. Dengan visi Bogor sebagai kota sains berkelanjutan.
“Kami baru saja membahas berkenan penjabaran Impres 1 tahun 2025, salah satunya adalah memberangkatkan 1.000 beasiswa ke Negara sister City (Jepang) anggaran 2025,” bebernya.
Kemudian Rusli menuturkan pihaknya bersama dengan Pemerintah Kota Bogor telah menyepakati program 50 beasiswa tiap tahun bagi pelajar berprestasi.
Dan sejak 2024 kemarin dia mengatakan, Pemkot Bogor telah bekerja sama dengan sejumlah kampus untuk bisa membuka peluang beasiswa.
“Di antaranya IPB, UI, UNJ, IBI Kesatuan, Ibnu Khaldun, dan Universitas Pakuan, sampai dengan Tahun 2024 kemarin jumlah mahasiswa yang mendapatkan beasiswa adalah 115 orang,” ucapnya.
Persoalan minimnya lulusan sarjana di Kota Bogor menjadi pekerjaan rumah yang perlu melibatkan semua pihak.
Rusli memberikan garansi pihaknya dengan Pemkot Bogor akan terus berkomitmen untuk meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia. (rp1)
Editor : Yosep Awaludin