Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Pengelolaan Sampah Kurang Maksimal, Pedagang di Pasar TU Kemang Kota Bogor Tolak Kenaikan Iuran Kebersihan

Fikri Rahmat Utama • Sabtu, 12 April 2025 | 17:19 WIB
Ketua Umum Forum Solidaritas Pedagang Pasar TU Kemang, Acep Dedi Junaedi.
Ketua Umum Forum Solidaritas Pedagang Pasar TU Kemang, Acep Dedi Junaedi.

RADAR BOGOR – Para pedagang Pasar Teknik Umum (TU) Kemang, Kota Bogor, menolak kenaikan iuran kebersihan yang sempat diberlakukan Perumda Pasar Pakuan Jaya.

Penolakan itu disampaikan Ketua Umum Forum Solidaritas Pedagang Pasar TU Kemang, Acep Dedi Junaedi.

Menurutnya, kenaikan tidak dibarengi dengan perbaikan layanan pengelolaan sampah di Pasar TU Kemang. Pelayanan kebersihannya belum maksimal dikerjakan.

"Jadi wajar kalau pedagang menolak kenaikan tarif. Kami bukan memprovokasi, hanya memberi pemahaman kepada pedagang,” ujar Acep saat ditemui di Pasar TU Kemang, Jumat (11/4/2025).

Ia menjelaskan, iuran kebersihan sempat naik dari Rp 7.500 menjadi Rp 10.000 per kios per hari. Namun kebijakan itu dinilai sepihak dan tanpa sosialisasi terlebih dahulu kepada pedagang.

“Tidak ada edaran atau pemberitahuan sebelumnya. Tiba-tiba dinaikkan. Makanya kami minta dikaji ulang, dan akhirnya tarif dikembalikan ke angka semula, yaitu Rp7.500,” tambahnya.

Acep mengapresiasi langkah Komisi III DPRD Kota Bogor yang turun langsung meninjau kondisi pasar.

Menurutnya, kunjungan itu penting untuk melihat langsung persoalan klasik di pasar, seperti kondisi jalan dan saluran air yang rusak.

“Kami berharap, setelah kunjungan itu ada perbaikan nyata agar aktivitas jual beli makin nyaman,” katanya.

Terkait pengelolaan sampah, pedagang berharap ada sistem yang lebih tertata. Selama ini, sampah pasar hanya dibuang ke lokasi terbatas tanpa pengolahan lanjutan. Volume sampah pun kerap meningkat saat kualitas dan harga sayur-mayur menurun.

“Kami sudah menunaikan kewajiban. Sekarang harapannya pelayanan kebersihan bisa ditingkatkan. Kalau ada perubahan tarif, harus disosialisasikan dan disepakati bersama,” tegas Acep.

Sementara itu, Direktur Utama Perumda Pasar Pakuan Jaya, Jenal Abidin, mengatakan pihaknya terus berupaya memperbaiki layanan secara bertahap.

Mulai dari penataan parkir, peningkatan fasilitas MCK, hingga respons cepat terhadap kebutuhan pedagang.

"Jadi sekarang kita coba pelan-pelan lakukan perbaikan pelayanan. Kepada para pedagang, warga sekitar, dan masyarakat yang berbelanja di Pasar Tekum," jelasnya. (uma)

Editor : Alpin.
#pengelolaan sampah #kota bogor #Pasar TU Kemang