Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kisah dan Profil Jenal Mutaqin Anak Petani yang Jadi Wakil Wali Kota Bogor: Pernah Jadi Satpam, Kerja di Swalayan hingga Anggota DPRD

Eka Rahmawati • Senin, 14 April 2025 | 14:20 WIB
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menemui masyarakat di Kota Bogor.
Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin saat menemui masyarakat di Kota Bogor.

RADAR BOGOR - Jenal Mutaqin yang saat ini sebagai Wakil Wali Kota Bogor mendampingi Wali Kota Bogor Dedie A Rachim melewati perjalanan panjang dalam hidupnya.

Sosok pria yang disapa Kang JM belakangan menyedot perhatian karena berbagai langkah yang dilakukannya terhadap masyarakat. Inilah profil dan kisah perjalanan karier Jenal Mutaqin, wakil wali kota Bogor periode 2025-2030.

Jenal Mutaqin bukan orang baru di dunia politik Kota Bogor karena sudah tiga periode duduk di kursi legislatif sebagai anggota DPRD Kota Bogor atau sejak 2009 lalu. Bahkan pada periode 2019 - 2024, JM duduk sebagai wakil Ketua DPRD Kota Bogor yang kemudian melangkahkan kakinya ke pemerintahan Kota Bogor. 

Ia bersama Dedie Rachim melaju pada Pilkada serentak 2024 dan hasilnya menang yang kemudian dilantik bersama para kepala daerah lainnya di Indonesia oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 20 Februari 2025 lalu.

Bersama Wali Kota Bogor Dedie Rachim berbagai upaya dilakukan JM. Bahkan tak jarang Jenal Mutaqin turun langsung ke masyarakat sampai aksinya viral di jagat maya. Salah satunya saat menertibkan para pengamen di Kota Bogor, Jenal Mutaqin berbincang langsung dan menawarkan solusi.

Pada video yang diungah di Instagram @jenalmutaqin_17, wakil wali kota sempat memberi uang sebagai pengganti pengasilan pengamen di hari itu dan mengajaknya bekerja sebagai petugas kebersihan di Alun-Alun Kota Bogor.

"Urang ge baheula satpam (saya juga dulu satpam)," kata Jenal kepada pengamen seraya mengenang kisahnya dulu.

Pada keterangan video ia juga menuliskan, "Rumasa pernah hirup balangsak (merasa pernah hidup susah)." Unggahan video itu pun menuai berbagai komentar warganet yang sebagian besar memuji apa yang dilakukan Kang JM.

"Pak mantap, bukan cuma larangan tapi kasih solusi," kata warganet di unggahan komentar Instagram @jenalmutaqin_17.

"Terharu, keren Pak Wakil," ujar warganet lainnya.

Bukan hanya itu Jenal Mutaqin juga turun langsung ke masyarakat yang sedang antre di Samsat Kota Bogor untuk membayar pajak kendaraan. JM menemui para pemilik kendaraan dan berbincang langsung mendengar keluh kesah mereka. 

Profil dan Perjalanan Karier Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin

Berbagai aksinya yang menuai simpati, Jenal Mutaqin rupanya merasakan apa yang dirasakan masyarakat khususnya mereka yang hidup susah alias dalam garis kemiskinan. 

Pada Podcast atau siniar Radar Bogor beberapa waktu lalu, Jenal Mutaqin menceritakan perjalanan hidupnya sebelum menjadi politisi hingga akhirnya duduk di kursi orang nomor dua di Kota Bogor.

Jenal Mutaqin lahir di Bogor tanggal 11 Juli 1985 atau usianya saat ini 39 tahun dan terlahir dari keluarga sederhana. 

Ayah Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin adalah seorang petani, sedangkan sang ibu pedagang kaki lima alias PKL yang pernah berjualan di samping SMA Negeri 3 Bogor. 

Jenal merupakan lulusan SMA Pelayaran pada 2004, meski demikian setelah lulus ia tidak berkarier di dunia pelayaran dan memilih bekerja di swalayan sebagai pramuniaga yakni di Ada Swalayan Jalan Raya Pajajaran atau depan Masjid Raya Kota Bogor.

"Di Ada Swalayan di bagian fresh food ngurus buah, terus digeser ke bagian motong daging, ayam," kata Jenal Mutaqin saat hadir dalam YouTube Radar Bogor beberapa waktu lalu.

Setelah sekitar dua tahun bekerja sebagai pramuniaga di Ada Swalayan, Jenal kemudian memulai pekerjaan baru yakni sebagai satpam. 

Ia pernah bekerja di beberapa tempat sebagai security seperti di Rumah Sakit BMC, Restoran De Leuit dan Restoran Gili-Gili

"Paling lama di Restoran Gili-Gili hampir 3 tahun lebih," ungkap JM.

Seiring berjalannya waktu pada 2008, suasana di sekitar rumahnya cukup ramai dan banyak orang yang ternyata ketika itu adalah proses pendirian Partai Gerindra di Kota Bogor.

"Ternyata Gerindra di Kota Bogor itu awalnya perkumpulan kelompok-kelompok tani yang ada di Kota Bogor yaitu KTNA dan HKTI," ujar Jenal.

Lalu pada Pemilu 2009 Partai Gerindra lolos dan bisa mengikuti Pemilu dan pada pemilihan legislatif atau Pileg, harus ada caleg dan saat itulah Jenal yang bekerja sebagai satpam diminta oleh orang tuanya untuk terjun ke politik. 

Namun, awalnya Jenal menolak bahkan ketiga tiga kali diminta oleh sang ayah ikut menjadi caleg dengan berbagai alasan.

Di antaranya JM mengaku tidak mengerti dan tidak paham dunia politik terlebih ia sering mendengar penilaian bahwa caleg sering lupa pada masyarakat jika sudah terpilih, 

"Saya menolak ajakan dan perintah orang tua, bapak terutama, maunya saya itu ibu saya yang membujuk bapak udah tiga kali membujuk gak mempan," kenang Jenal Mutaqin.

Akhirnya sang ibu yang membujuk Jenal Mutaqin dan mengingatkan terhadap peristiwa saat pernah dibongkar oleh Satpol PP ketika berjualan sebagai PKL.

"Kita ngalamin lah tiga kali gerobak kita sampai porak poranda. Ibu bilang sugan maneh di dewan bisa ngabelaan nasib kami keluarga (ibu bilang mungkin di depan/DPRD bisa membela nasib kami keluarga)," katanya. 

Selain itu sang ibu juga mengingatkan bahwa ayahnya adalah petani yang kerap mengalami hal memilukan. Misalnya saja saat sang ayah, seorang petani yang menggarap lahan orang lain ketika panen dan telah bekerja keras tiba-tiba lahannya beralih fungsi menjadi bangunan dan tidak mendapat uang kompensasi.

"Setiap mau panen karena punya orang lahannya itu pasti alih fungsi. Mau panen tiba-tiba jadi hotel atau restoran dan bangunan lainnya tanpa ada kompensasi. Di situlah dasar orang tua yang tadinya petani memaksakan diri bergabung dan masuk dalam Partai Gerindra dengan harapan bisa memperjuangkan nasib orang tua saya itu filosofisnya," ungkap pria yang sempat bercita-cita menjadi pebalap itu.

Alhasil doa dari orang tua dan perjuangannya berhasil mengantarkan Jenal Mutaqin terpilih sebagai anggota DPRD Kota Bogor pada Pemilu 2009 untuk duduk di kursi dewan sampai 2014 ketika usianya 23 tahun.

Pada pemilu berikutnya yakni 2014, Jenal kembali terpilih duduk di kursi DPRD Kota Bogor sampai periode 2019. Kariernya di dunia politik terus berkembang pesat hingga pada periode selanjutnya atau yang ketigakalinya JM lagi-lagi mendapat amanah di DPRD Kota Bogor serta menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Bogor sampai 2024.

Tiga kali duduk di kursi legislatif membuat Jenal Mutaqin ingin meneruskan langkah perjuangannya di eksekutif yakni dengan menjadi calon wakil wali kota Bogor hingga akhirnya terpilih dan duduk di kursi orang nomor dua di Kota Hujan.

Editor : Eka Rahmawati
#Wakil Wali Kota Bogor #profil #kisah #Jenal Mutaqin #satpam