RADAR BOGOR - Travel Haji dan Umrah Duta Rizkia di Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, diduga menjadi korban penipuan yang dilakukan broker asal Purwakarta berinisial DLA (41).
Owner Travel Duta Rizkia, Suherman menuturkan penipuan itu bermula ketika pihaknya menjalin kerja sama dalam pemberangkatan ratusan jemaah umrah pada akhir Ramadan 2025 lalu.
"Saat di Mekkah, semua rangkaian masih berjalan dengan aman. Namun, ketika H-2 ke Madinah kami mendapat informasi bahwa hotel yang akan jadi tempat menginap jemaah ternyata belum dibayar broker tersebut," ujar Suherman kepada Radar Bogor, Senin (14/4/2025).
Uang senilai Rp 602 juta yang semestinya dibayarkan broker kepada pihak hotel, justru diduga dibawa kabur. Sementara itu pihak hotel baru menerima uang muka sebesar Rp 53 juta.
Akhirnya pihak Travel Duta Rizkia pun menutup biaya hotel untuk menyelamatkan para jemaah sehingga mereka bisa beristirahat dan melanjutkan ibadahnya dengan tenang.
"Sebelumnya pihak broker itu sudah menghubungi kami, katanya akan melunasi dana itu tanggal 7 dan 8 April 2025. Namun, ternyata hingga saat ini tidak ada itikad baik dan tidak ada respons. Handphonenya pun tidak aktif," beber Suherman.
Karena tidak ada itikad baik, Suherman pun melaporkan terduga pelaku berinisial DLA kepada Polresta Bogor Kota pada Kamis (10/4/2025).
Suherman mengatakan, pihaknya akan lebih berhati-hati ke depan sehingga kejadian serupa tidak kembali terulang.
"Ke depan kami akan melakukan pembayaran langsung ke nomor rekening hotel dan beralih menggunakan skema digital sehingga lebih aman," tekan dia.
Meski mengalami kejadian penipuan, Travel Duta Rizkia masih dipercaya oleh masyarakat. Sejumlah warga tampak mendatangi kantor travel ini untuk mendaftar umrah.
Anisa salah satunya. Ia mengatakan tidak ragu untuk memilih travel ini karena memiliki reputasi yang baik.dan memuaskam
"Saya sempat dengar ada kasus itu (penipuan). Tapi saya tetap memilih travel ini karena testimoni dari saudara yang sudah menggunakan travel ini hasilnua baik. Mereka sangat puas, tidak ada kendala padahal kebanyakan lansia," terang Anisa.(fat)
Editor : Alpin.