RADAR BOGOR - Dua pelaku pencurian dengan modus ganjal ATM di Kota Bogor, diringkus polisi pada Senin (14/4/2025) malam.
Para pelaku pencurian ganjal ATM ini ditangkap di kawasan Jalan Raya Bogor, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor.
Kedua pelaki diringkus sekira pukul 23.30 WIB setelah dikejar Tim Resmob Sat Reskrim Polresta Bogor Kota.
Kasat Reskrim Polresta Bogor Kota, AKP Aji Riznaldi membeberkan penangkapan bermula dari laporan masyarakat adanya pencurian dengan modus ganjal ATM.
Kedua pelaku ini beraksi di salah satu minimakret wilayah Cimanggu, Kecamatan Tanah Sareal dan Semplak, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor.
Menyikapi laporan masyarakat itu, Tim Resmob Sat Reskrim Polresta Bogor Kota pun melakukan pengejaran.
"Kami sempat kejar-kejaran dengan mobil para pelaku. Akhirnya dua pelaku berhasil kami tangkap. Sementara satu orang lainnya kabur dengan cara lompat dari mobil itu," tutur Aji kepada Radar Bogor, Selasa (15/4/2025).
Kedua pelaku kemudian digiring ke Mako Polresta Bogor Kota untuk diperiksa lebih lanjut. Hasilnya diketahui kedua pelaku yang diamankan berinisial HT (48) dan AS (50). Keduanya berasal dari wilayah Tangerang dan Jakarta Barat.
Dari tangan pelaku, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa alat bantu ganjal ATM seperti cotton buds dan tusuk gigi, dua unit handphone, serta satu unit mobil Toyota Avanza dengan dua pelat nomor palsu.
Berdasarkan hasil interogasi, keduanya mengaku menggunakan mobil rental milik anggota Kodim Tangerang untuk melancarkan aksinya di berbagai kota.
Modus operandi yang digunakan para pelaku yakni dengan mengganjal mesin ATM sasarannya menggunakan cotton buds (korek kuping) dan tusuk gigi.
Kemudian mereka menunggu ada korban yang melakukan transaksi di ATM tersebut.
Ketika korban telah melakukan transaksi, kartu ATMnya tertelan. Selanjutnya para pelaku mendatangi korban dan berpura-pura memberikan pertolongan.
"Mereka menanyakan pin kartu ATM korban dan menyuruh korban untuk menghubungi call center. Ketika korban pergi, para pelaku kemudian menggasak uang yang ada di rekening korban," ungkap Aji.
Hingga saat ini Polisi masih melakukan pendalaman terkait jumlah warga yang menjadi korban dan nominal yang berhasil digasak para pelaku.
"Kami akan terus kembangkan kasus ini untuk memastikan semua pelaku ditangkap dan tidak ada korban lain yang dirugikan," ujarnya.
Aji pun mengimbau warga untuk lebih hati-hati dalam melakukan transaksi di mesin ATM.
Dia juga meminta masyarakat waspada dengan orang di sekitar ATM yang pura-pura memberikan bantuan.
"Karena di situlah para pelaku menggunakan kesempatan melakukan manipulasi atau aksinya," tekan Aji. (Fat)