RADAR BOGOR - Kebijakan efisiensi kembali memakan korban di Kota Bogor, salah satu hotel di kota hujan dikabarkan akan tutup operasional yakni Hotel Onih.
Hotel ini menyusul dua hotel yang sudah lebih dulu tutup operasional sebelumnya yakni Sahira Butik Hotel Pajajaran dan Sahira Butik Hotel Pakuan.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan kebijakan efisiensi betul-betul membuat kondisi pariwisata terutama hotel di Kota Bogor memburuk.
"Sektor pariwisata merasakan betul kondisi yang tidak baik-baik saja. Ada hotel yang sudah tutup yakni Hotel Sahira Butik Hotel Pajajaran dan Sahira Butik Hotel Pakuan dan ada yang mau tutup juga yakni Hotel Onih," ungkap Iceu.
Ia mengatakan pihaknya sudah berupaya mempertahankan jumlah kunjungan dengan cara membangun kerja sama antara hotel dan berbagai sektor pariwisata.
Mulai dari asosiasi wisata seperti Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA), influencer, event organizer, dan desa wisata dengan menyediakan paket bundling wisata yang ditawarkan kepada pengunjung hotel.
Wali Kota Bogor Dedie A Rachim menyebut dampak efisiensi atau perang tarif di dunia memang begitu terasa di Kota Bogor yang jaraknya dekat dengan Jakarta.
"Karena okupansi hotel di hari Senin-Jumat itu bukan dari kepariwisataan melainkan kegiatan Bimtek dan rapat-rapat dari Pemerintah Pusat serta instansi di bawahnya," ujar Dedie.
Selain efisiensi Dedie juga khawatir dengan tantangan yang akan lebih besar dihadapi oleh Kota Bogor yakni kepindahan Ibu Kota ke Ibu Kota Nusantara (IKN).
Oleh karena itu Dedie meminta Kementerian Pariwisata memberikan solusi agar Kota Bogor yang merupakan kota wisata bisa memperkuat diri sehingga dapat melalui situasi sulit ini.
"Apa saja kiat yang kami harus dipersiapakan menghadapi situasi ekonomi seperti ini dan rencana kepindahan Ibu Kota. Sedangkan kami sangat tergantung pada kegiatan pemerintah pusat," keluhnya.(Fat)
Editor : Eka Rahmawati