RADAR BOGOR - Produk sepatu lokal asal Kota Bogor, yakni Bogor Sneakers memancing perhatian Wakil Menteri Ekonomi Kreatif (Wamen Ekraf), Irene Umar.
Sepatu-sepatu 'custom' Bogor Sneakers yang dipajang pada momen Panen Raya di Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kamis (17/4/2025) membuat Irene kepincut.
Menurut Iren, sepatu-sepatu Bogor Sneakers tersebut sangat unik dan potensial.
"Kami memang sedang cari hidden gems yang banyak di seluruh Indonesia lewat program Ekraf Hunt. Dan hari ini saya menemukan harta karun itu ada di sini," ucapnya kepada Radar Bogor.
Iren pun berencana memanggil pemilik Bogor Sneakers ke kantornya untuk mengenal lebih dalam potensi dan kebutuhan pengembangen yang dibutuhkan oleh merk asli Mulyaharja ini.
Ia menyebut ada beberapa inisiatif yang bakal dilakukan Kementerian Ekraf terhadap Bogor Sneakers sehingga dapat dikenal lebih luas bahkan mendunia.
"Apalagi produk mereka custom jadi bisa hanya satu saja (yang dihasilkan). Di era ekonomi sekarang personalisasi itu sangat penting. Bagaimana setiap hal yang bisa dipakai kalau cuma ada satu aja itu ada nilai ekonomi dan penghargaannya. Bagi saya itu di ranah tepat," ucap Irene.
Owner Bogor Sneakers, Rizky Fauzi amat senang dengan tanggapan dan dukungan yang diberikan oleh Irene.
Rizky menuturkan Bogor Sneakers didirikannya pada Tahun 2022 lalu. Awalnya bisnis itu hanya memprosuksi sepatu dalam skala rumahan dengan jumlah karyawan 18 orang saja.
Saat ini Bogor Sneakers sudah berkembang menjadi mini pabrik dengan jumlah karyawan sebanyak 35 orang.
"Produk yang kami hasilkan di antaranya sneakers, daily run, dan slip on. Untuk spesifikasinya hampir sama dengan sepatu running lain. Outsolenya berbahan pylon dan uppernya ada yang dari bahan jersey dan jala meshyang membuat sirkulasi udara lumayan nyaman," terang dia.
Dalam sehari Bogor Sneakers bisa memproduksi sepatu sebanyak 250 pasang. Harga yang ditawarkan berkisar Rp200-300 ribu.
"Sebetulnya pada awalnya Bogor Sneaker tidak memproduksi sepatu custom. Kami mulai membuat sepatu custom saat ada larangan berjualan di TikTok Shop. Ternyata lumayan bagus hasil penjualannya akhirnya kami fokus membuat sepatu custom sekarang," beber Rizky.(fat)
Editor : Alpin.