Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kasus KDRT, Perempuan Asal Bogor Ini Tuntut Keadilan Usai Jadi Korban Kekerasan dan Penyalahgunaan Aset oleh Suaminya

Fikri Rahmat Utama • Jumat, 18 April 2025 | 17:06 WIB
Ilustrasi KDRT
Ilustrasi KDRT

RADAR BOGOR – Seorang perempuan asal Bogor, yang mengaku menjadi korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), meminta keadilan setelah mengalami kekerasan fisik dan psikologis dari suaminya.

Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, korban KDRT bernama FP ini menceritakan penderitaannya yang terjadi sejak awal pernikahannya.

Dia menjelaskan telah mengalami KDRT berupa kekerasan fisik yang berulang, seperti ditendang di bagian dada, paha, dan kepala, serta dijambak dan dicekik, bahkan saat dia sedang hamil.

Kekerasan tersebut mengakibatkannya harus menjalani operasi setelah mengalami kontraksi dini.

“Saya mengalami kekerasan fisik seperti ditendang di bagian dada, paha, punggung, dan kepala. Bahkan saya dijambak dan dicekik saat sedang hamil. Ini berulang sejak awal pernikahan, hingga memaksa saya menjalani operasi sebelum HPL,” tulisnya dalam unggahan yang kini viral tersebut.

Selain kekerasan fisik, dia juga mengungkapkan dirinya mengalami dampak psikologis yang berat.

Gangguan kecemasan akibat kekerasan tersebut membuatnya tidak dapat memberikan ASI kepada anaknya pasca-operasi.

Korban juga mengungkapkan suaminya berselingkuh saat dia tengah hamil dan setelah operasi.

Dalam unggahannya, suaminya mengaku pergi dinas namun ternyata pergi ke Solo untuk berpesta dengan wanita lain.

“Dia bilang mau jaldis, tapi ternyata pergi ke Solo, dugem, cek-in mabok sama cewek. Padahal di sini istrinya selalu mendukungnya,” ungkapnya.

Selain kekerasan fisik dan perselingkuhan, dia juga menjadi korban penyalahgunaan aset.

Suaminya membawa uang pribadinya sebesar Rp 348 juta dengan alasan untuk bisnis, namun uang tersebut tidak pernah kembali.

Bahkan suaminya menjual perhiasannya tanpa izin, serta menggunakan rekening bank dan kartu kreditnya tanpa persetujuan.

“Saya juga tidak diberikan nafkah oleh suami untuk anak dan saya. Itu sangat mempengaruhi hidup saya dan keluarga,” tambahnya.

Kini, FP meminta keadilan atas semua perlakuan yang telah diterimanya dan berharap pihak berwenang dapat segera menindaklanjuti kasus ini.

Unggahan yang ia bagikan di media sosial ini mendapat banyak dukungan dari netizen. Warganet berharap agar pihak kepolisian segera memproses kasus KDRT ini secara serius. (uma)

Editor : Alpin.
#Perampuan #bogor #kdrt