RADAR BOGOR - DPRD Kota Bogor dan Pengamat Transportasi sepakat perlu adanya evaluasi pada Jalur Perlintasan Langsung (JPL) 27 di Teplan, Kecamatan Tanah Sareal.
Hal ini menyusul insiden kecelakaan antara mobil dan kereta di lokasi tersebut pada Sabtu (19/4/2025) malam.
Ketua Komisi 3 DPRD Kota Bogor, Heri Cahyono berpendapat bahwa JPL tersebut cukup curam dan membahayakan.
Dia menyebut kondisi ini memang sudah dikeluhkan dan menjadi aspirasi warga sejak lama.
“Medannya memang cukup curam dan membahayakan, baik untuk pejalan kaki maupun pengendara,” ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu (20/4/2025).
Ia pun mendorong agar PT Kereta Api Indonesia (KAI) agar melakukan peninjauan teknis ulang terkait kondisi tersebut.
Heri juga mendesak adanya kemungkinan rekayasa ulang jalur, pemasangan rambu tambahan, serta penambahan petugas pengatur lalu lintas.
Dirinya berjanji akan segera berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) dan pihak KAI untuk membahas evaluasi menyeluruh terhadap desain dan tingkat keamanan perlintasan tersebut.
“Keselamatan warga adalah prioritas utama kami. Kami akan mengawal persoalan ini agar segera ditindaklanjuti oleh pihak terkait,” ucapnya.
Pengamat Transportasi, Yayat Supriatna juga menilai JPL 27 tersebut memiliki elevasi dan kemiringan yang terlalu curam sehingga membahayakan pengendara.
Di samping itu, menurutnya, faktor gelombang elektromagnetik juga bisa menjadi penyebab kendaraan yang melintas di JPL mengalami mati mesin.
Ia pun meminta adanya pertimbangan kembali operasional JPL ini. Jika terus menerus membahayakan, Yayat mendorong agar JPL tersebut ditutup.
“Pintu perlintasan itu secara geometri jalan dengan tanjakan dan turunan seperti itu harusnya dipertimbangkan. Dia layak atau tidak? JPL itu sering sekali dilalui kereta, dari subuh hingga tengah malam. Kalau tidak dijaga maksimal akan menyebabkan masalah,” ujarnya.
Ketimbang menghabiskan energi terkait penguatan pengawasan dan pengendalian di lokasi tersebut, menurut Yayat lebih baik JPL tersebut dipertimbangkan untuk ditutup.
Baginya aspek keamanan dan kenyamanan lebih penting ketimbang kemudahan dan kecepatan.
Sebagai gantinya ia mendorong agar segera ada solusi yang diberikan kepada masyarakat untuk JPL 26 (Kebon Pedes) yang kerap mengalami macet panjang.
Dengan begitu masyarakat tidak lagi menggunakan JPL 27 sebagai alternatif. (Fat)
Editor : Alpin.