RADAR BOGOR - Tingginya kasus kekerasan yang menimpa perempuan dan anak menjadi perhatian Wali Kota Bogor, Dedie Rachim pada momen Peringatan Hari Kartini, Senin (21/4/2025).
Dedie menyebut, berdasarkan laporan yang diterimanya, terdapat 63 kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kota Bogor pada 2024 lalu.
Dan hingga April 2025 sudah ada sekira 20-an kasus kekerasan perempuan dan anak yang terjadi di Kota Bogor.
"Ini menjadi perhatian dan kepedulian kami. Saya mendorong teman-teman di wilayah bisa memetakan, mendengar, dan merespon apabila terjadi hal-hal yang menjurus pada sikap kriminal di rumah tangga," ujar dia.
Ia juga mengimbau peran aktif masyarakat dalam mencegah adanya kekerasan pada perempuan dan anak dengan lebih peka terhadap tanda perilaku tersebut. Misalnya berupa tangisan atau teriakan dari rumah tetangga.
Di sisi lain, Dedie melihat emansipasi wanita sudah berjalan dengan baik di Kota Bogor khususnya di lingkungan Pemkot Bogor. Tergambar dari jumlah pekerja wanita yang saat ini lebih mendominasi ketimbang pekerja pria.
Kondisi ini juga terjadi di kancah nasional karena banyak perempuan yang mengambil peran dan berkontribusi pada kemajuan bangsa.
"Meski begitu kami berharap kaum perempuan harus tetap punya kelembutan hati seorang ibu, senantiasa menjaga anak-anak, dan jadi tumpuan belaian kasih sayang," ucap Dedie. (fat)
Editor : Yosep Awaludin