RADAR BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor mulai memacu sektor wisata sejarah. Hal ini demi mendongkrak kunjungan wisatawan dan tingkat okupansi hotel yang belakangan merosot di Kota Bogor.
Langkah ini dilakukan juga sebagai respon atas turunnya kegiatan MICE (Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition) yang selama ini menjadi andalan sektor perhotelan di Kota Bogor.
Salah satu upaya yang dilakukan ialah menggandeng komunitas wisata sejarah Jalan Pagi Sejarah (Japas), yang digerakkan pegiat budaya dan influencer, Jhonny Pinot.
Lewat kolaborasi ini, wisata sejarah akan dikemas menjadi paket tur yang ditawarkan kepada tamu hotel di Kota Bogor.
“Saat ini kami sedang merancang trip sejarah untuk tamu-tamu hotel. Jadi nanti di hotel-hotel akan ada display penawaran tur sejarah, dan itu sedang kami persiapkan,” kata Jhonny
Japas sendiri telah aktif sejak 2024 dan banyak menarik perhatian publik. Utamanya dari luar Kota Bogor, lewat dokumentasi situs-situs bersejarah yang dibagikan di media sosial.
Kolaborasi tersebut diperkuat melalui pertemuan yang dijembatani oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Bogor bersama pelaku industri perhotelan, pengelola destinasi wisata, hingga asosiasi perjalanan wisata.
Kepala Disparbud Kota Bogor, Iceu Pujiati mengatakan, pihaknya mendorong agar pasar pariwisata di Bogor tidak lagi bergantung pada aktivitas pemerintahan semata.
“Kita harus mengubah pasar yang sebelumnya lebih banyak pada MICE government, menjadi pasar wisata murni. Kota Bogor harus menjadi tujuan wisata,” ujarnya.
Disparbud juga menginisiasi promosi bersama antara hotel, pelaku wisata, EO, hingga influencer. Itu guna membangun ekosistem pariwisata yang berkelanjutan.
Langkah ini juga sejalan dengan arahan Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, yang mendorong penguatan identitas Kota Bogor sebagai kota wisata.
Baca Juga: Dinilai Tidak Adil, Pelaku Manipulasi Nilai Rapot di SPMB Bakal Diblacklist Disdik Kota Bogor
“Tantangan ke depan adalah pemindahan ibu kota. Jadi, turunnya okupansi karena berkurangnya kegiatan pusat di Bogor bisa jadi latihan sebelum ibu kota benar-benar pindah ke IKN,” kata Dedie.
Wakil Menteri Pariwisata RI, Ni Luh Puspa, yang turut hadir dalam kegiatan panen raya di Kampung Tematik Desa Wisata AEWO, Bogor Selatan, menyampaikan pemerintah pusat siap mendukung peralihan pasar wisata di Kota Bogor.
Ia mengakui, dominasi pasar MICE memang sulit digantikan dalam waktu singkat. Namun, pergeseran perlu dimulai untuk membuka ceruk baru yang lebih berkelanjutan.
“Kalau bicara data, Kementerian Pariwisata terus mendorong agar kita mulai banyak menyasar wisata leisure, baik secara kelompok maupun individu, yang tujuannya benar-benar untuk berwisata,” kata Ni Luh.
Ia menambahkan, Bogor memiliki potensi luar biasa yang bisa dikembangkan, termasuk wisata komunitas, asosiasi, hingga pasar mancanegara.
“Ini titik balik untuk melakukan peralihan. Harus mulai gali ide kreatif dan membuka keran dari sektor lainnya untuk mendukung pariwisata,” pungkasnya. (uma)
Editor : Alpin.