RADAR BOGOR - Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin membagikan pengalamannya yang membuat banyak orang terharu usai bertemu seorang pengamen.
Kali ini, Jenal bertemu dengan pengamen yang menceritakan pengalamannya harus kehilangan sang anak yang meninggal dalam kandungan.
Kisah ini diunggah Jenal Mutaqin dalam video di Instagram pribadinya dengan akun Instagram @jenalmutaqin_17, Selasa (22/4/2025).
Awalnya Jenal bertemu dengan sejumlah pengamen dan berbincang dengan mereka, dan terungkap salah satu di antaranya mengaku mengamen karena mencari uang untuk biaya tahlilan 40 hari sang bayi yang meninggal dalam kandungan.
Pengamen yang diketahui bernama Fikri memakai kaos kuning itu pun sempat diminta bernyanyi oleh Jenal di hadapan para pengamen lainnya.
Suara Fikri yang bagus membuat Jenal memintanya untuk ikut audisi di Taman Ekspresi, Kota Bogor.
Fikri yang mengaku biasa ngamen di kafe itu pun siap mengikuti audisi di Taman Ekspresi dan berikut perbincangannya dengan sang wakil wali kota Bogor.
"Anak baraha (anak berapa)?" tanya Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin.
"Tilu, maot hiji (tiga, satu meninggal). Tadi teh ngamen jeung 40 harian wungkul (Tadi itu mengamen untuk 40 harian saja)," jawab Fikri yang seketika membuat Jenal tertegun.
Dari perbincangan tersebut, Jenal kemudian mengunjungi rumah Fikri di sebuah kontrakan yang ditempati bersama sang istri dan dua putranya.
Orang nomor dua di Kota Bogor itu lantas berbincang dengan istri Fikri dan menanyakan soal kondisi sang bayi yang meninggal.
Istri Fikri menjelaskan bahwa anak ketiganya meninggal dalam kandungan saat berusia 8 bulan sehingga harus menjalani operasi sesar untuk mengeluarkan sang bayi.
Setelah anaknya tiada, Fikri dan istrinya ingin melaksanakan tahlilan atau 40 harian tetapi masih belum memiliki uang yang cukup. Alhasil, Fikri pun mencari uang dengan mengamen.
"Kapan rencana mau 40 harian?" tanya Wakil Wali Kota Bogor.
"Belum tahu, kalau gak lihat rezekinya ya," ujar istri Fikri.
Setelah itu Jenal pun menyatakan akan membantu biaya tahlilan dan akan mengirimkan nasi boks ke rumah Fikri. Usai bertemu Fikri dan keluarganya, Jenal lalu menyerahkan sejumlah uang.
"Teman-teman pasti merasakan hal yang sama, seorang ayah berjuang untuk 40 harian bayi yang meninggal dalam perut istrinya dan ibunya selalu memimpikan itu, lagi-lagi jalan Allah harus ketemu saya bukan banyak uang, tapi berbagi," ujar Jenal Mutaqin.
Dalam keterangan video yang diunggahnya Jenal mengaku salut dengan Fikri, seorang ayah bertanggung jawab tinggi, terpaksa harus mengamen di jalanan untuk mencari biaya tahlil 40 hari anaknya yang wafat dalam kandungan.
"Semangat Kang, kisahmu penegur kami untuk lebih sayang keluarga tercinta," tulis pria yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kota Bogor selama 3 periode itu.
Unggahan video Wakil Wali Bogor Jenal Mutaqin tentang kisah seorang pengamen bernama Fikri itu pun menyedot perhatian dan membuat sebagian warganet terharu.
"Mantap Pak Wakil, keren campur sedih liatnya," tulis komentar salah satu warganet di Instagram Jenal Mutaqin.
"Pak, masyaallah sebegitu care sama warganya, sehat-sehat bapak, saya terharu nonton video ini," komentar warganet.
"Ketegasan seorang pemimpin sangat diperlukan, namun seorang pemimpin memiliki rasa empati itu hal yang luar biasa, sehat-sehat selalu Kang Wakil," kata netizen.
Editor : Eka Rahmawati