Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Siswi SMAIT Ummul Quro Bogor Jadi Korban Kecelakaan di Jalan KH Sholeh Iskandar,  Ratusan Temannya Lakukan Sholat Jenazah

Muhamad Rifki Fauzan • Kamis, 24 April 2025 | 12:54 WIB
Siswa SMA IT Ummul Quro Bogor yang tengah melakukan sholat jenazah, untuk kepulangan Thalita
Siswa SMA IT Ummul Quro Bogor yang tengah melakukan sholat jenazah, untuk kepulangan Thalita

RADAR BOGOR - Ratusan siswa SMAIT Ummul Quro Bogor melakukan sholat jenazah sebagai wujud rasa cinta mereka kepada temannya yang wafat akibat kecelakaan maut di Jalan KH Sholeh Iskandar, Kamis (24/4/2025).

Para siswa SMAIT Ummul Quro itu melakukan sholat jenazah di Masjid Baitussalam, Perumahan Bogor Raya Permai. Suasana haru terasa begitu pekat mewarnai tempat peribadatan tersebut.

Mereka ngaku begitu kehilangan dengan sosok Thalita Nada Salsabila siswi SMAIT Ummul Quro yang menjadi korban kecelakaan mau tersebut.

Semasa hidupnya Tata dikenal sebagai orang yang taat pada ajaran islam. Berbagai macam prkatek peribadan rutin dia lakukan. Salah satunya puasa sunnah Senin dan Kamis.

“Bahkan ketika kejadian pun almarhumah sedang shaum (Puasa) sunnah. Jadi memang anak yang sholehah banget,” beber Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMAIT Ummul Quro, Sri Cahyaningsih.

Sosok Tata juga disebut sebagai anak yang berbakti kepada kedua orang tuanya. Saat ke sekolah dia rutin membawa masakan sang ibu. Kemudian dijual ke teman sebayanya.

Cahya menjelaskan ibu almarhumah memang memiliki usaha yang bergerak dibidang cahtering. Masakannya enak. Dan ini yang kerap dibanggakan oleh Tata.

“Jadi memang anaknya penuh kasih sayang, setiap kali bertemu saya, dia pasti meluk. Dan ini dilakukan juga ke guru-guru yang lain,” terang Cahya, pada Radar Bogor.

Sehingga tidak heran, kepergian Tata ke pangkuan sang pencipta meninggalkan banyak momen berharga bagi sekolah. Apalagi almarhum aktif pula di kegiatan organisasi.

Cahya menjelaskan Tata merupakan salah satu pengurus Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Dia fokus bergerak dibidang bahasa Inggris.

“Oleh karenanya dia sangat fasih berbahasa Inggris. Dan ini salah satu mata pelajaran yang paling Tata suka,” ucap Cahya, Kamis (24/4/2025).

Dengan kemampuan bahasa asing itu, Tata pernah melontarkan keinginan besar dalam hidupnya. Yakni melanjutkan pendidikan ke luar negeri.

“Semoga segala hal yang pernah dilakukan Tata dapat dinilai ibadah oleh Allah. Dan saat menghembuskan nafas terakhir dalam keadaan husnul khatimah,” pungkasnya. (rp1)

 

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #jalan KH Sholeh Iskandar #SMAIT Ummul Quro #kecelakaan