RADAR BOGOR – Koperasi Merah Putih bakal segera hadir di seluruh kelurahan Kota Bogor. Pemerintah Kota Bogor sedang menggarap pembentukan Koperasi Merah Putih sebagai tindak lanjut dari Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2025.
Sekretaris Daerah Kota Bogor, Hanafi, menyebut target pembentukan 68 Koperasi Merah Putih (sesuai jumlah kelurahan) rampung paling lambat pada 10 Juni 2025.
Atau sebulan peluncuran secara nasional Koperasi Merah Putih oleh Presiden RI pada 12 Juli.
“Target kami sebelum launching nasional, semua koperasi di 68 kelurahan sudah terbentuk dan siap berjalan. Sekarang masih tahap sosialisasi dan pembentukan,” ujar Hanafi, Kamis (24/4/2025).
Dari 68 kelurahan di Kota Bogor, sebanyak 62 koperasi kelurahan sebelumnya terdeteksi tidak aktif.
Pemkot Bogor memutuskan membentuk koperasi baru menggantikan yang tidak aktif, sedangkan enam koperasi lainnya dikembangkan lebih lanjut.
Nama koperasi disesuaikan dengan wilayah masing-masing, seperti “Koperasi Merah Putih Kelurahan A”, dan seterusnya.
Pembentukan koperasi ini menggandeng Dewan Koperasi Daerah (Dekopinda) Kota Bogor dan notaris yang telah ditunjuk dalam Inpres tersebut.
“Notaris ini yang menyusun akta pendirian lengkap dengan AD/ART dan program kerja. Anggotanya delapan orang, perwakilan dari milenial, tokoh masyarakat, LPM, dan unsur lain,” jelasnya.
Pemkot juga telah menyusun jadwal pembentukan koperasi per kecamatan dan konsultasi notaris.
Sementara itu, soal permodalan koperasi, Hanafi menyebut hal tersebut akan diatur lebih lanjut oleh pemerintah pusat.
“Kita fokus dulu pada pembentukan sesuai instruksi presiden. Soal permodalan berapa dan dari mana, itu nanti,” katanya.
Terkait unit bisnis yang dijalankan, Hanafi menegaskan setiap koperasi akan menyesuaikan potensi ekonomi di wilayahnya.
Mulai dari usaha minimarket hingga produk lokal, seluruhnya terbuka sesuai kebutuhan dan kekuatan lokal.
“Unit bisnis bisa disesuaikan. Kalau kelurahan punya potensi bikin minimarket, ya kenapa tidak. Jadi warga nggak perlu jauh-jauh ke tempat lain,” ujarnya.
Hanafi berharap, dengan terbentuknya koperasi-koperasi baru ini, ekonomi lokal bisa tumbuh secara kolektif dan lebih mandiri.
Koperasi Merah Putih sendiri dibentuk pemerintah pusat untuk mengembangkan ekonomi desa/kelurahan.
Rencananya akan ada 70-80 ribu koperasi di seluruh Indonesia. Presiden Prabowo Subianto direncanakan melaunching-nya pada 12 Juli 2025 mendatang. (uma)
Editor : Alpin.