RADAR BOGOR – Warga Kelurahan Pasir Jaya, Kecamatan Bogor Barat, Kota Bogor, mengeluhkan krisis air bersih yang beberapa kali terjadi.
Aliran air dari Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor yang menjadi sumber utama kebutuhan rumah tangga di Pasir Jaya kerap terhenti tanpa pemberitahuan.
Kondisi ini membuat banyak warga Pasir Jaya terpaksa membeli air bersih dari pihak swasta dengan harga tinggi. Sebagian lainnya harus mencari sumber air alternatif.
Lurah Pasir Jaya, Giri Maya Yudistira, membenarkan adanya gangguan tersebut. Ia mengatakan proses perbaikan sudah dilakukan oleh pihak terkait.
"Memang sempat terjadi gangguan, tapi sekarang sedang dalam proses perbaikan. Kalau dengar informasi dari warga, kejadian seperti ini juga pernah terjadi sebelumnya," ungkapnya.
Menurut Yudistira, berdasarkan laporan terakhir yang diterimanya, aliran air di wilayah Pasir Jaya sudah kembali normal. "Kami sudah menerima informasi terakhir bahwa air sudah mengalir normal lagi," katanya.
Direktur Teknik (Dirtek) Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor, Ardani Yusuf, menjelaskan gangguan tersebut disebabkan adanya sumbatan di pipa retikulasi. Setelah menerima banyak keluhan, petugas akhirnya menemukan titik sumbatan tersebut.
"Alhamdulillah sudah ditemukan titik sumbatannya. Mudah-mudahan setelah tindak lanjut ini, aliran air dapat kembali normal," kata Ardani Yusuf, Senin (28/4/2025).
Ardani Yusuf menjelaskan, gangguan layanan ini sudah terjadi selama tiga hari. Namun, sebenarnya air tetap mengalir, hanya saja saat tekanan tinggi terjadi di malam hari.
"Kemarin informasi dari teman-teman di lapangan, ada kemungkinan sumbatan di jalur pipa berukuran dua inci. Sebagian pelanggan juga mengabarkan air sudah mulai mengalir," tambahnya.
Ardani Yusuf pun menyampaikan permohonan maaf kepada warga Pasir Jaya atas terganggunya pelayanan air bersih. Ia meminta masyarakat tidak ragu untuk terus melaporkan bila masih mengalami kendala.
"Kami selalu berikhtiar memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan Perumda Tirta Pakuan Kota Bogor," ujarnya. (uma)
Editor : Yosep Awaludin