RADAR BOGOR – Layanan pengangkutan sampah oleh petugas pengangkut sampah di Kota Bogor akan mengalami gangguan selama tiga hari 1-3 Mei 2025.
Ini akibat petugas pengangkut sampah mengikuti seleksi Penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Sekitar 500 petugas pengangkut sampah dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bogor akan mengikuti seleksi PPPK. Situasi ini berdampak pada jadwal pengangkutan sampah.
Kepala Bidang Persampahan DLH Kota Bogor, Deden Adi Suryadi, menjelaskan gangguan ini hanya akan mempengaruhi waktu pengangkutan sampah.
Beberapa pengangkutan yang biasa dilakukan pada pagi hari akan dialihkan ke malam hari atau bahkan sehari sebelumnya.
“Petugas bergantian mengikuti ujian, jadi meskipun sampah tetap diangkut, beberapa waktu pengangkutannya akan sedikit tertunda,” ungkap Deden.
Namun, Deden menegaskan jalan-jalan utama dan area protokol akan tetap mendapatkan perhatian. Mereka akan mengerahkan supir cadangan untuk ikut membantu.
"Kami akan memaksimalkan pengangkutan meskipun tidak dapat dilakukan seperti hari-hari biasa," bebernya.
Untuk meminimalkan gangguan, pengumuman gangguan layanan ini telah disampaikan seminggu sebelumnya kepada warga, terutama RT dan RW setempat.
Deden berharap agar warga dapat bersabar dan memahami situasi ini. “Kami pastikan sampah akan tetap diangkut, meskipun ada kemungkinan keterlambatan,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala DLK Kota Bogor, Denni Wismanto, menyatakan setiap hari sekitar 400 personel DLH ikut seleksi PPPK, dengan total 1200 petugas yang terlibat selama tiga hari seleksi.
Meskipun demikian, DLH berupaya menjaga layanan petugas pengangkut sampah dengan menambah jam kerja atau menggeser jadwal layanan.
“Gangguan akan terjadi di beberapa titik layanan, namun kami berusaha semaksimal mungkin agar dampaknya tidak terlalu besar,” ujar Denni.
Ia juga mengimbau warga untuk turut berperan aktif dalam mengurangi sampah. Salah satunya dengan mengelola sampah dengan bijak di rumah.
"Kami harap warga tetap dapat memahami situasi ini dan berperan aktif dengan mengurangi sampah di rumah serta mengelola sampah dengan bijak," pesan Dennis. (uma)
Editor : Yosep Awaludin