RADAR BOGOR – Kasus dugaan pemukulan terhadap seorang kakek penjual pisang di kawasan Gunung Batu, Kota Bogor, Kamis (1/5/2026) viral di media sosial. Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin, bahkan turun langsung ke lokasi kejadian setelah mendapat laporan dari warganet.
Peristiwa yang menyita perhatian publik ini awalnya terungkap dari unggahan akun media sosial @mamahakuhsho yang menampilkan video seorang kakek mengalami luka di hidung. Dalam unggahan itu, warga ramai-ramai memberi tag kepada sejumlah pejabat, termasuk Kapolresta Bogor, Gubernur Jawa Barat, dan Wali Kota Bogor dan Wakil Wali Kota Bogor.
“Saya sedang online saat itu, lalu ada komentar yang meminta saya melirik unggahan tersebut setelah saya cek, ternyata benar ada kejadian pemukulan terhadap seorang kakek. Saya langsung bergerak ke lokasi bersama rekan-rekan dari Polsek Bogor Barat dan Satpol PP,” ujar Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin dalam keterangan yang diterima Radar Bogor, Kamis (1/5/2025).
Setibanya di lokasi, pihaknya bersama kepolisian langsung meminta keterangan dari pemilik toko tempat kejadian berlangsung. Namun, rekaman CCTV di lokasi kurang jelas sehingga identitas pelaku belum bisa dipastikan. Pencarian tambahan melalui CCTV bangunan sekitar juga belum membuahkan hasil.
“Karena keterbatasan rekaman, penyelidikan sepenuhnya kami serahkan ke Polresta Bogor Kota, kami yakin pihak kepolisian mampu mengusut tuntas pelaku,” ujar Jenal.
Belum lama berselang, muncul informasi baru dari warganet terkait alamat korban, Jenal bersama aparat kepolisian langsung menuju ke rumah korban yang berada di wilayah Kabupaten Bogor. Di rumah sang kakek, Wakil Wali Kota Bogor Jenal Mutaqin mendapati korban masih dalam kondisi trauma.
“Saya lihat sendiri, beliau trauma berat diajak makan susah, diajak ngobrol juga masih ketakutan. Sang istri juga sakit-sakitan, sudah hampir empat tahun,” ungkapnya.
Diketahui, kakek tersebut sehari-hari berjalan kaki dari rumahnya di Kabupaten Bogor ke Kota Bogor untuk berjualan pisang dan mengalami tindak kekerasan saat tengah berjuang mencari nafkah.
Melihat kondisinya, Jenal membawa korban ke klinik terdekat untuk mendapatkan perawatan. Proses pemeriksaan oleh pihak kepolisian juga dilakukan di rumah korban tanpa perlu dibawa ke kantor polisi, mengingat jarak yang jauh dan kondisi korban yang masih lemah.
“Intinya kami ingin korban mendapatkan perlakuan yang layak dan pantas, kepada keluarga, kami beri semangat dan meminta agar sabar menghadapi ujian ini, kami percaya pelaku akan segera ditangkap dan dihukum sesuai hukum yang berlaku,” tandasnya.
Sementara itu pihak kepolisian hingga kini masih melakukan pengejaran terhadap pelaku. Polresta Bogor Kota menyampaikan sedang melakukan penyelidikan lebih lanjut.(uma)
Editor : Eka Rahmawati