Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Jalin Kerjasama dengan SustainPalm Project, IPB University Gagas Hilirisasi Gula dari Batang Sawit

Muhamad Rifki Fauzan • Sabtu, 3 Mei 2025 | 14:09 WIB
Momen saat berlangsungnya Workshop Pengembangan Potensi Gula dari Batang Sawit oleh Prof. Udin Hasanudin dari Universitas Lampung dan Prof. Dr. Yanni Sudiyani dari BRIN di IPB University
Momen saat berlangsungnya Workshop Pengembangan Potensi Gula dari Batang Sawit oleh Prof. Udin Hasanudin dari Universitas Lampung dan Prof. Dr. Yanni Sudiyani dari BRIN di IPB University

RADAR BOGOR - IPB University terus mendorong inovasi dalam pemanfaatan batang kelapa sawit sebagai sumber daya bernilai tambah.

Melalui kerja sama internasional dalam SustainPalm Project, IPB University menggelar workshop bertajuk Pengembangan Potensi Gula dari Batang Kelapa Sawit di Bogor.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara IPB University, Universitas Lambung Mangkurat (ULM), dan Wageningen University & Research (WUR) dari Belanda.

Program ini menjadi bagian dari upaya transisi menuju industri kelapa sawit yang lebih berkelanjutan dan berbasis ekonomi sirkular.

Wakil Rektor IPB Bidang Kerja Sama dan Konektivitas Global, Prof. Iskandar Zulkarnaen Siregar, yang juga menjabat sebagai Executive Board SustainPalm, membuka langsung acara

tersebut. Ia menegaskan bahwa batang sawit punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi produk seperti bioenergi, biomaterial, dan gula, tak hanya fokus pada TBS dan CPO.

“Ini bagian dari konsep pertanian sirkular. Semua bagian pohon harus bisa dimanfaatkan,” kata Prof. Iskandar.

Dalam sesi kebijakan, perwakilan Kementerian Perindustrian RI, Lila Harsyah Bakhtiar, mengungkapkan bahwa Indonesia sudah memiliki SNI Gula Palma sejak tahun 2000.

Bahan baku dalam SNI tersebut mencakup pohon jenis palma termasuk sawit. Artinya, pemanfaatan nira dari batang sawit secara komersial sudah memungkinkan tanpa perlu membuat standar baru dari awal.

Ia juga menyampaikan bahwa Kemenperin tengah menyiapkan aturan baru untuk memperkuat program restrukturisasi mesin dan peralatan industri gula merah.

Pelaku UKM dapat mengajukan penggantian biaya pembelian mesin pengolahan gula sesuai Permenperin No. 33 Tahun 2020.

Sementara itu, Prof. Udin Hasanudin dari Universitas Lampung menyoroti perlunya inovasi alat penyadapan dan proses ekstraksi nira yang efisien dan higienis.

“Kunci komersialisasi gula dari batang sawit ada pada sistem panen dan fermentasi yang terstandar,” jelasnya dalam keterangan tertulis pada Radar Bogor, Sabtu (3/5/2025) siang.

Dari sisi riset energi terbarukan, Prof. Dr. Yanni Sudiyani dari BRIN memaparkan hasil riset bioetanol generasi kedua dari batang sawit.

Ia menjelaskan bahwa selain bioetanol, residu biomassa juga bisa diolah menjadi biochar dan liquid smoke melalui pirolisis, yang bisa dimanfaatkan untuk sektor pertanian.

Tak hanya itu, inovasi lainnya datang dari pengembangan produk Sandwich Laminated Lumber (SLL) dari batang sawit. Material ini dapat menggantikan kayu keras dan berpeluang ekspor.

Dengan berbagai inovasi tersebut IPB University berharap batang kelapa sawit yang selama ini dianggap limbah bisa menjadi sumber ekonomi baru yang berkelanjutan dan berdampak luas bagi masyarakat. (rp1)

Editor : Yosep Awaludin
#kelapa sawit #workshop #ipb university