Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Kadamas Bogor Gelar Halal Bihalal, Angkat Tema Tentang Permainan Tradisional Anak-Anak

Yosep Awaludin • Selasa, 6 Mei 2025 | 14:10 WIB
Kadamas Bogor saat mengadakan acara halal bil Halal di Gedung SKI, Katulampa
Kadamas Bogor saat mengadakan acara halal bil Halal di Gedung SKI, Katulampa

RADAR BOGOR - Korps Alumni Daya Mahasiswa atau Kadamas Bogor mengadakan acara halal bil Halal di Gedung SKI, Katulampa, 3 Mei 2025 lalu.

Acara halal bihalal Kadamas itu dihadiri langsung Wali Kota Bogor Dedie Rachim, dan Sekdisparbud mewakili Gubernur Jawa Barat.

Sejumlah pejabat Pemkot Bogor lainnya juga tampak hadir, di antaranya Kadin Kota Bogor, Kadin Kabupaten Bogor, Ketua IWAPI Bogor, serta para Budayawan Sunda Bogor.

Hadir pula Sesepuh Kadamase Puseur Bandung beserta para sesepuh dari Bandung, Bogor, Jakarta, Depok, Bekasi, Kalimantan dan eks Pangdam Siliwangi, Iwan Sulandjana, sebagai alumni.

Tema acara dipilih oleh Pupuhu HBH, Evie Sofia DAMAS angkatan 85 : “Ngamumule Budaya Sunda” dengan mengangkat permainan tradisional anak-anak yang sudah terlupakan.

Beberapa permainan tradisional anak-anak yang mulai terlupakan di Indonesia antara lain congklak, petak umpet, gobak sodor, dan kelereng.

Permainan-permainan ini dulunya populer di kalangan anak-anak, namun kini mulai digantikan oleh permainan modern seperti game online dan media sosial.

Contoh permainan tradisional : congklak, beklen, gatrik, engkle, lompat tali, oray-orayan, Cingciripit, gundu, engrang, dan lain-lain.

“Permainan tradisional anak anak mulai terlupakan karena beberapa faktor, yaitu : persaingan modern, perubahan gaya hidup dan kurangnya sosialisasi," kata Pupuhu Panitia, Evie Sofia.

Kecanduan gadget pada anak-anak bisa menyebabkan berbagai masalah, mulai dari gangguan kesehatan fisik dan mental hingga masalah perilaku dan sosial.

"Disinilah kami hadir turun sosialisasi dengan siswa SD Kedungbadak 4 dan SMK Windian Nugraha untuk kolaborasi melakukan kegiatan atraksi permainan-permainan tradisional, baca puisi sunda juga tari Jaipong di acara HBH tersebut. Beberapa perguruan tinggi juga diundang," tuturnya.

"Kami juga ada Rumiang, group Rampak Sekar yang dibentuk untuk melestarikan lagu-lagu Sunda lama yang sudah jarang terdengar,” tambahnya.

Turut menyambut hadirin, Sesepuh Kadamas Bogor, Dr. Edy Nasriadi Sambas, memaparkan kegiatan- kegiatan Kadamas di bidang budaya dan lingkungan hidup serta mengajak generasi muda Bogor untuk menjadi anggota Damas, diamini Sesepuh Pangurus Damas Cabang Bogor, Yulia Nasari.

Dedie Rachim, Wali Kota Bogor yang hadir memberikan sambutan mengapresiasi kepada panitia Kadamas Bogor.

Ia memberikan informasi bahwa Pemkot Bogor telah menerima tamu dari negara Jepang yang menawarkan 30.000 peluang usaha dan peluang kerja untuk warga Bogor yang berminat bekerja dan berusaha di Jepang.

Ini adalah kesempatan baik untuk semua warga Bogor yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya.

“Hanya 7% orang Sunda yang punya pendidikan sampai di perguruan tinggi. Diharapkan ke depan bisa mendongkrak pencapaian sampai perguruan tinggi,” ujar Dedie Rachim. (***)

Editor : Yosep Awaludin
#bogor #Kadamas #Halal bihalal