RADAR BOGOR - Kepala Stasiun BMKG Citeko, Fatuhri Syabani menyebut bahwa musim kemarau mulai memasuki wilayah Jawa Barat, termasuk Bogor.
Namun di musim transisi ini, cuaca tidak menentu seperti hujan petir masih akan terjadi seperti di wilayah Bogor dan sekitarnya.
"Dari prakiraan musim, wilayah Jawa Barat pada bulan April lalu sudah ada yang mulai masuk musim kemarau, meskipun sebagian wilayah lainnya masih belum," ujar Fatuhri, Selasa (6/5).
Kondisi ini, kata dia, menyebabkan cuaca cenderung fluktuatif. Beberapa waktu terjadi hujan lebat disertai petir, namun di waktu lain panas terik melanda.
"Ini merupakan kondisi yang memang khas terjadi saat masa peralihan musim, yang saat ini adalah transisi dari musim hujan ke musim kemarau," jelasnya.
Menurut Fatuhri, ada beberapa wilayah di Jawa Barat yang sudah masuk kategori musim kemarau. Namun ada juga wilayah lain yang masih musim hujan.
Hal itu bergantung pada tipe iklim dan kondisi geografis masing-masing daerah.
"Secara skala atmosfer regional, sirkulasi Monsun Asia-Australia di wilayah Indonesia pada April 2025 masih didominasi oleh aliran angin dari Asia," tutur Fatuhri.
Sementara angin timur atau Monsun Australia diprediksi mulai memasuki wilayah selatan Indonesia.
Masuknya angin timuran ini menjadi penanda transisi dari musim hujan menuju musim kemarau.
"Kondisi ini terutama terjadi di wilayah bertipe monsunal seperti Jawa, Bali, hingga Nusa Tenggara," tandas Kepala Stasiun BMKG Citeko, Fatuhri Syabani.(cok)
Editor : Alpin.