RADAR BOGOR - Investor revitalisasi Pasar Jambu Dua, PT Bogor Artha Makmur (BAM) menagih janji Direksi Perumda Pasar Pakuan Jaya (PPJ) Kota Bogor terkait relokasi Pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.
Musababnya, sejak pembangunan Pasar Jambu Dua rampung dilakukan pada Juli 2024 silam, sampai saat ini pemindahan Pedagang Pasar Bogor dinilai hanya sebatas omon-omon, tidak sesuai seperti yang sudah dijanjikan di dalam Kerangka Acuan Kerja (KAK).
Direktur Utama PT BAM, MH Ages mengatakan, sebagaimana yang sudah diatur berdasarkan KAK yang diberikan Perumda PPJ ke PT BAM, bahwa pihaknya diwajibkan membangun sebanyak 1.141 kios dan los di Pasar Jambu Dua.
Adapun, rencananya kios dan los ini akan diisi oleh 350 pedagang eksisting dari Pasar Jambu Dua dan 800 pedagang dari Pasar Bogor dengan komoditi sayur, buah-buahan, daging dan sembako.
Akan tetapi, faktanya saat ini keterisian pedagang di Pasar Jambu Dua baru mencapai 20 persen, dan itu pun berasal dari pedagang eksisting Pasar Jambu Dua.
“Saya masih miris, karena baru sekitar 20 persen yang terisi. Kami berharap dan menunggu pedagang Pasar Bogor segera dipindahkan ke Jambu Dua, karena itu merupakan janji yang diberikan Perumda Pasar,” kata MH Ages, pada Selasa (6/5/2025).
Dijelaskan pria yang kerap disapa Ages, sebenarnya sudah ada sebanyak 175 pedagang Pasar Bogor yang membooking unit kios maupun los di Pasar Jambu Dua.
Akan tetapi, mereka urung pindah, karena Pasar Bogor masih aktif digunakan untuk berjualan sampai saat ini.
“Versi mereka pedagang, Pasar Bogor masih aktif berjualan, artinya ngapain pindah,” ucap Ages.
Sedangkan, dijelaskan Ages Hak Guna Bangunan (HBG) di atas tanah Hak Pengelolaan (HPL) sebenaranya sudah habis. Sehingga, Ages mempertanyakan sikap Direksi Perumda PPJ dan menilai sangat lamban dalam relokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.
Dilanjutkan Ages, bukan tanpa sebab keinginan relokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua ini diminta pihaknya untuk segera direalisasikan.
Pasalnya, pihaknya membangun Pasar Jambu Dua ini ditarget selesai hanya dalam waktu 7 bulan. Sementara, setelah pembangunan selesai, sampai saat ini para pedagang Pasar Bogor belum terkondisikan alias direlokasi.
“Kami diburu-buru Perumda Pasar untuk percepatan pembangunan, tapi setelah selesai cepat, ya sampai saat ini belum terkondisikan dari Pasar Bogor,” imbuh dia.
Dirinya pun mengakui sudah beberapa kali mendapatkan janji manis dari Direksi Perumda PPJ terkait relokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.
Salah satunya pedagang gilingan bakso yang dikatakan akan pindah. Akan tetapi, sampai saat ini belum juga terwujud seperti yang sudah disampaikan. Selain itu, Ages juga menagih janji Perumda PPJ yang akan segera menutup dan merelokasi pedagang Pasar Bogor pada momen pasca lebaran atau tanggal 16 April 2025.
“Kemudian (ada juga) pernyataan direksi menyampaikan 16 April setelah lebaran mau masuk, tapi sampai saat ini belum juga. Saya menunggu keseriusan Perumda Pasar untuk segera memindahkan pedagang ke Pasar Jambu Dua,” beber dia.
“Dan Pasar Jambu Dua ini dibangun dengan investasi yang cukup besar, dan saya membuat pilot Project Pasar sangat bagus, semua komoditi diatur yang terbaik,” sambung dia.
Atas hal itu, pihaknya meminta jajaran Direksi Perumda PPJ dapat melakukan action untuk mewujudkan relokasi pedagang Pasar Bogor, seperti yang sudah dituangkan dalam KAK.
“Ayo dong action, jangan omon-omon saja. Kami butuh action dan kami sudah membuktikan sebagai investor menyelesaikan Pasar Jambu Dua. Kami butuh win-win solution dan harus tetap saling menguntungkan,” tekan Ages.
Dirinya berharap selaku pengembang Pasar Jambu Dia agar Perumda PPJ tidak berdiam diri dan merelokasi pedagang sehingga dari 1.141 kios dan los ini harus terpenuhi
“Apapun ceritanya (relokasi harus dilakukan). Karena kami mau menjual ke umum saja tidak boleh, hanya dikhususkan untuk pedagang eksisting (Pasar Bogor dan Pasar Jambu Dua),” cetusnya.
Ditanya soal nilai kerugian, Ages mengaku sangat dirugikan dengan kejadian ini. Sebab, pihaknya masih harus bernafas panjang sampai akhirnya Pasar Jambu Dua banyak diisi pedagang.
“Padahal saya punya prioritas dari perbankan, diberikan kemudahan baik DP 10 persen, 20 persen bisa langsung akad kredit untuk yang tidak Cash keras, kami terima agar pasar kami ramai,” beber dia.
“Kalau soal bicara kerugian bisa dilihat nilai pembangunan Pasar seperti apa, pedagang yang isi baru 20 persen, silahkan kalkulasikan sendiri. Sementara, Pasar Jambu Dua dibangun untuk menjadi percontohan di Kota Bogor,” tutup Ages.
Menanggapi hal itu, Direktur Operasional (Dirops) Perumda PPJ Kota Bogor, Abdul Haris Maraden angkat suara terkait tuntutan pengembang Pasar Jambu Dua ikhwal relokasi pedagang Pasar Bogor ke Pasar Jambu Dua.
Menurutnya, konsep pemindahan atau relokasi pedagang Pasar Bogor itu masih dimatangkan jajarannya saat ini.
“Terburu-buru itu kan beresiko, kita sedang mematangkan konsep, sabar sebentar, sedang kita bahas terus, kita fokus untuk itu,” kata pria yang akrab disapa Haris Maraden.
Disinggung apakah ada deadline untuk merelokasi pedagang, Dirops Perumda PPJ mengaku belum bisa memastikannya. Karena, sampai saat ini hal tersebut masih dalam pembahasan.
“Saya belum bisa menyampaikan karena kami sedang bahas, nanti kami sedang bentuk terus melakukan upaya ini dan pembahasan, all out kita untuk itu,” tandas Haris Maraden.(ded)
Editor : Dede Supriadi