RADAR BOGOR – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bogor mencatat sebanyak 171 siswa dari enam sekolah mengalami sakit diduga setelah mengonsumsi menu makan bergizi gratis.
Hingga Kamis (8/5/2025), Dinkes mengungkap kondisi korban yakni terdapat 22 siswa harus dirawat inap di berbagai rumah sakit.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Bogor, dr. Sri Nowo Retno, menjelaskan pihaknya terus melakukan penyelidikan epidemiologi terhadap kasus tersebut dan telah melakukan PE lanjutan di 13 sekolah bersama Puskesmas.
"Kami juga mengambil sampel dari muntahan pasien yang dirawat inap untuk diperiksa di Labkesda,” ujar Retno dalam keterangannya.
Selain itu, Dinkes juga mengambil sampel air minum isi ulang, usap pada tray makanan, wadah makanan, serta usap dubur dari dua penjamah makanan. Pemeriksaan laboratorium akan dilakukan secara mikrobiologi dengan estimasi waktu pengujian selama empat hari.
Total korban yang tercatat terdiri dari 22 orang menjalani rawat inap, 29 orang rawat jalan, dan 120 lainnya mengalami gejala ringan. Mereka tersebar di RS Hermina, RS Azra, RS Islam, RS EMC, RS Graha Medika, dan RS Salak.
Retno menyebut, upaya penanganan terus dilakukan, termasuk pemantauan lanjutan terhadap korban, pengobatan dan rujukan sesuai indikasi, serta edukasi kepada sekolah dan masyarakat.
“Kami imbau masyarakat memperhatikan proses pengolahan dan penyajian makanan. Jika mengalami keluhan setelah makan, segera ke Puskesmas atau hubungi PSC 119,” ujarnya.
Dinas Kesehatan juga memastikan koordinasi dengan seluruh rumah sakit di Kota Bogor untuk memastikan penanganan medis berjalan baik dan kasus baru bisa langsung terlaporkan. Investigasi terhadap dapur MBG pun masuk dalam langkah tindak lanjut.(uma)
Editor : Eka Rahmawati