RADAR BOGOR - Korban dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Bogor sudah mencapai ratusan.
Namun hingga saat ini, Pemerintah Kota Bogor belum menetapkan status Kejadian Luar Biasa (KLB).
Menanggapi hal ini, Wali Kota Bogor, Jenal Mutakin pun akhirnya angkat suara.
Dia menerangkan ada beberapa hal yang menbuat pihaknya belum juga menetapakan status KLB.
Pertama, Jenal menerangkan penatapan status KLB harus disertai dengan Surat Keputusan (SK) yang ditanda tangani langsung oleh Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim.
“Tetapi pa Wali Kota masih agenda APEKSI, nanti kami akan bahas itu. Kami bakal rapat khusus mengundang Dinkes dan beberapa stek holder terkait,” beber Jenal kepada Radar Bogor.
Kemudian Jenal menerangkan uji sampel MBG yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) belum keluar.
Ini ditargetkan bakalan selesai pada hari Minggu (11/5/2025) mendatang.
“Namun melihat situasi saat ini memang secara de facto sudah (KLB) tetapi secara de jure belum. Kami masih menunggu hasil lab,” jelas Jenal, Jumat (9/5/2025) siang.
Jenal menerangkan uji lab yang saat ini tengah dinanti meliputi beberapa hal. Diantaranya sampel makanan, air yang digunakan untuk memasak MBG serta kemasan makananannya.(rp1)
Editor : Alpin.