RADAR BOGOR - Pemerintah Kota Bogor bakal mengumumkan hasil uji laboratorium dalam kasus dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dialami puluhan siswa dan guru pada Senin (12/5/2025) besok.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan hasil laboratorium itu akan dirilis oleh dirinya di Rumah Dinas Wali Kota Bogor sekira pukul 11.00 WIB.
"Besok saya rilis. Saat ini uji laboratoriumnya belum lengkap. Saya sudah tahu sebagian, tapi saha tidak bisa rilis hari ini. Menunggu kelengkapan semua," ujarnya kepada Radar Bogor, Minggu (11/5/2025).
Ia mengatakan uji laboratorium inj dilakukan untuk mengetahui secara pasti pengebab Kejadian Luar Biasa (KLB) dugaan keracunan massal tersebut.
"Kami ingin mengetahui betul fakta dari kejadian dugaan keracunan supaya bisa terungkap asalnya dari mana," ucap dia.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan, Sri Nowo Retno mrngatakan, pihaknya melakukan penyelidikan epidemiologi (PE) lanjutan pada 13 sekolah.
PE ini dilakukan bersama dengan Puskesmas berkooordinasi dengan Rumah Sakitbtentang pengambilan sampel dari muntahan pasien yang dirawat inap.
"Selanjutnya kami berkoordinasi dengan Labkesda untuk pemeriksaan sampel muntahan pasien, melakukan pengambilan sampel air minum isi ulang sebanyak 2 liter, mengambil sampel usap tray sebanyak 1 buah, sampel usap wadah makanan sebanyak 1 buah dan sampel usap dubur penjamah makanan sebanyak 2 orang," ujar dia.
Dalam rencana tindak lanjut tersebut Dinkes juga melakukan pengambilan sampel dari dapur MBG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG)).(fat)
Editor : Alpin.