Bansos Bogor Ekonomi Hiburan Internasional Jawa Barat Nasional Olahraga Otomotif Pendidikan Politik

Umumkan Hasil Uji Laboratorium, Wali Kota Bogor Sebut Menu MBG yang Sebabkan Siswa Keracunan Mengandung Bakteri Coli dan Salmonella

Reka Faturachman • Senin, 12 Mei 2025 | 15:06 WIB
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat mengumumkan hasil laboratorium menu MBG di rumah dinasnya,Senin (12/5/2025).
Wali Kota Bogor, Dedie A Rachim saat mengumumkan hasil laboratorium menu MBG di rumah dinasnya,Senin (12/5/2025).

RADAR BOGOR - Hasil uji laboratorium mengenai sampel sisa menu makanan dalam Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menyebabkan keracunan puluhan siswa beberapa waktu lalu, akhirnya diumumkan Pemerintah Kota Bogor, Senin (12/5/2025).

Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mengatakan, hasil pemeriksaan Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) menunjukkan terdapat beberapa bahan makanan dalam menu MBG yang disajikan mengandung bakteri Coli dan Salmonella.

"Bakteri Coli ditemukan pada masakan telur ceplok bumbu barbeku. Sementara bakteri Salmonella dari menu tumis tahu dan taoge," ujar Dedie kepada Radar Bogor.

Dia menyebutan, pemeriksaan laboratorium sisa makanan MBG ini sudah berjalan sekira 4 hari.

Selain telur ceplok bumbu barbeku dan tumis tahu serta taoge, Labkesda juga memeriksa nasi putih yang ada di sajian MBG yang diproduksi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Bosowa Bina Insani.

Di samping itu dalam uji laboratorium ini Dedie menyabur Labkesda juga melakukan pemeriksaan tambahan seperti air dan pemeriksaan langsung pada tubuh siswa (korban).

Hasilnya pemeriksaan tambahan ini disebutnya baru akan diperoleh pada Senin (12/5/2025) sore.

Ia pun meminta insiden keracunan seperti ini tidak terjadi dan terulang kembali.

Dedie menekankan agar Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memperketat Standar Operasional (SOP), pengawasan, serta tidak menganggap sepele hal-hal tersebut.

"Karena ini sesuatu yang serius. Ketika anak-anak terdampak maka Pemkot Bogor ikut serta penanganan medisnya," tegas Dedie.

Dirinya juga mendorong agar Badan Gizi Nasional (BGN) dan pengampu program MBG lain untuk mencari solusi agar kejadian keracunan tidak terjadi dan menimpa siswa penerima manfaat.

Atas kejadian ini, Pemkot Bogor mengeluarkan status Kejadian Luar Biasa (KLB) sehingga pembiayaan pengobatan para korban terdampak dibiayai seluruhnya melalui anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) APBD Kota Bogor.(Fat)

Editor : Alpin.
#kota bogor #keracunan mbg #salmonella #hasil laboratorium