RADAR BOGOR - Wacana pengembangan moda transportasi Transjakarta hingga ke Kota Bogor kian terbuka. Gubernur Jakarta Pramono Anung secara gamblang membuka peluang pengembangan Transjakarta ke Kota Bogor melalui Transjabodetabek saat meresmikan rute Transjabodetabek B41 Cawang-Bekasi pada Kamis (15/5/2025).
"Saya tadi ketemu pengamat yang biasanya mengkritisi, beliau mengusulkan untuk membuka Transportasi baru dari Kota Bogor ke Cibubur. Saya sampaikan semoga bisa segera diusulkan Wali Kota Bogor kepada kami," ujarnya.
Ia menyatakan akan siap menindaklanjuti usulan tersebut untuk mengatasi kemacetan yang terjadi di Jakarta.
"Kami akan tindaklanjuti yang penting prinsipnya kerja bersama-sama mengatasi kemacetan di Jakarta," imbuhnya.
Sebab menurutnya selama ini masyarakat yang menggunakan transportasi umum di Jakarta dan daerah penyangga baru 21 persen.
Padahal, menurut Pramono idealnya jumlah masyarakat pengguna transportasi umum itu bertambah 5 persen setiap tahun.
"Pada akhir 2029 nanti ditargetkan bisa sampai 40 persen pemakainya. Menurut saya itu akan bisa mengurangi kemacetan," tutur Pramono.
Wacana pengembangan moda transportasi TransJakarta hingga ke Kota Bogor ini sempat mencuat pada saat Pramono berbincang dengan Wali Kota Bogor Dedie Rachim di sela Kegiatan Retreat di Magelang, Senin (24/2/2025).
Dalam kesempatan itu, Pramono mengatakan pihaknya bakal menyiapkan skema pengambangan transportasi publik yang terintegrasi dengan kota-kota di sekitar Daerah Khusus Jakarta (DKJ).
"Tentunya dengan tingkat kualitas pelayanan yang memadai namun tarif yang tetap terjangkau," ucap Pramono.
Pramono menyatakan kesiapan pihaknya untuk mendukung secara teknis usulan tersebut. Di samping itu, dirinya juga merencanakan penerapan sistem pembatasan kendaraan yang masuk ke wilayah Jakarta.
Sebab, ia mengungkapkan jumlah kendaraan pribadi yang masuk ke Jakarta hampir mencapai lebih dari 10 juta kendaraan per hari.
Wali Kota Bogor, Dedie Rachim mendorong agar integrasi rute TransJakarta hingga ke Kota Bogor bisa berjalan dengan cepat. Hal ini menurut Dedie bisa menjadi solusi atas persoalan kemacetan yang belum bisa teratasi di DKJ.
Sebab berdasarkan catatannya, hingga saat ini masih ada 80 ribu masyarakat Bogor yang memanfaatkan KA Commuter Line dan puluhan ribu kendaraan mobil yang melintas di Tol Jagorawi setiap hari.
"Fasilitas transportasi publik yang tersedia belum mampu mengakomodasi kebutuhan masyarakat secara memadai," ujar Dedie saat itu.
Oleh karena itu ia berharap adanya dukungan Pemprov DKJ dalam memfasilitasi konektivitas antara Jakarta dan Kota Bogor diharapkan dapat mengurangi beban Jalan Tol Jagorawi dengan mendorong pengguna kendaraan pribadi beralih ke TransJakarta. (Fat)
Editor : Eka Rahmawati